Juragan Brek
Minggu, 08 Januari 2012
Apakah Yesus benar-benar ada? IDENTITAS KELAHIRAN:
Apakah Yesus Kristus benar-benar ada atau apakah kekristenan dibangun berdasarkan legenda saja?. Beberapa pakar mempertanyakan keberadaan Yesus, namun cukup banyak musuh kekristenan mencoba membuktikan Yesus tidak pernah ada. Dalam sebuah tuntutan hukum terhadap Vatikan, gereja dituduh menciptakan kisah keberadaan Yesus. Kasus tersebut diajukan ke pengadilan oleh Luigi Casciolli, Februari 2006, namun ditolak dan ditutup oleh pengadilan. Argumen menentang keberadaan Yesus disiarkan ke publik oleh jaringan televisi CNN, ketika Ketua Ateis Amerika Ellen Johnson menyatakan,
“Kenyataannya, tidak ada sedikitpun bukti dari sumber sekuler bahwa Yesus Kristus itu ada.” Yesus Kristus dan kekristenan adalah agama modern. Dan Yesus Kristus adalah penggabungan dari tuhan-tuhan lain: Osiris dan Mithras, yang punya kesamaan asal-usul, kesamaan kematian seperti mitos Yesus Kristus,” (ateis, Ellen Johnson).
Johnson dan panel para pemimpin religius pita-biru mendiskusikan pertanyaan “Apa yang terjadi setelah kita meninggal dunia” dalam acara televisi Larry King di CNN. King yang biasanya lancar berbicara sempat terdiam, merenung, dan kemudian mengatakan, “Jadi Anda tidak percaya keberadaan Yesus Kristus?”.Dengan nada yakin, Johnson menjawab,”Tidak pernah ada. Ini bukan apa yang saya percaya; tidak ada bukti sekuler bahwa JC, Yesus Kristus, pernah ada (hidup).” King tidak meneruskan diskusi dan langsung masuk iklan. Setelah itu, tidak ada diskusi mengenai bukti mendukung atau menentang keberadaan Yesus. Pemirsa televisi internasional itu dibiarkan terheran-heran
Minggu, 25 Desember 2011
Salah satu unsur penting yang bisa mengerem atau meminimalkan tindak kejahatan adalah berat atau kerasnya hukuman terhadap pelakunya, dengan mempertimbangkan hukuman berat yang akan diganjarkan kepadanya, membuat calon pelaku berpikir seribu kali untuk tetap melanjutkan niatnya berbuat jahat dan sangat mungkin dia akhirnya membatalkannya. Sebaliknya, manakala hukuman terhadap tindak kejahatan relatif ringan, maka calon pelaku berani menunaikan niatnya, bahkan yang sudah pernah pun tidak kunjung jera untuk melakukannya kembali.
Salah satu kejahatan berat dalam Islam adalah kejahatan terhadap nyawa alias pembunuhan, silakan Anda membaca kembali makalah sebelum ini, namun yang kita dapati di negeri yang mayoritas muslim ini justru tindak kejahatan ini terjadi hampir setiap hari di berbagai tempat, salah satu faktor pemicunya adalah ringannya hukuman terhadap pelakunya, hanya dalam hitungan tahun yang kurang dari sepuluh.
Karena ringannya hukuman terhadap dosa besar ini, maka fenomen dosa ini semakin marak dan meningkat, orang dengan mudah menghabisi nyawa orang lain, nyawa orang lain tidak lebih dari nyawa nyamuk atau lalat, sekali kibas habislah ia. Perhatikan bentuk-bentuk pembunuhan zaman ini yang semakin beragam:
1- Pembunuhan terhadap beberapa korban sekaligus, artinya seorang pembunuh tidak merasa cukup menghabisi satu orang atau dua orang saja, tetapi beberapa orang sekaligus dia habisi.
2- Pembunuhan yang diikuti tindak kejahatan lainnya seperti memutilasi korban, membakar, memperkosa, melakukan tindak asusila, merampas harta dan lainnya.
3- Korban pembunuhan tidak pandang bulu, tidak hanya laki-laki dewasa, tetapi sudah merambah anak-anak dan kaum wanita yang semestinya lebih dilindungi.
4- Pembunuhan secara terang-terangan, dilakukan di depan umum, pembunuh tidak lagi takut membunuh dengan melakukannya secara sembunyi-sembunyi, sebaliknya dia berani melakukannya di hadapan tontonan mata masyarakat.
Dan anehnya, untuk kejahatan pembunuhan yang membuat sekujur tubuh merinding tersebut, hukumannya terkesan banci, kalah sangar dengan kejahatannya, saat pembunuh melakukannya dengan gagah berani dan tanpa belas kasih, tetapi begitu tertangkap, saat itu jaksa penuntut dan hakim pemutus gentar dan tidak setegas pelakunya dengan hanya mengganjarnya beberapa tahun saja. Sejak kapan hukum dan penegak hukum kalah oleh para penjahat? Sudah produk hukumnya memang memble di depan tindak kejahatan, masih ditambah dengan penegaknya yang juga tidak bertaji dalam menghadapi para penjahat. Lalu kapan kejahatan akan tereliminir di negeri ini? Nanti saat hukum Allah yang bijak diterapkan.
Lalu bagaimana dengan penjara? Sudah biaya operasionalnya sangat tinggi, alih-alih memperbaiki para penjahat, justru ia menjadi sekolah baru bagi penjahat, penjahat yang pada saat masuk tergolong teri, namun beberapa bulan setelah dia ‘sekolah’, dia pun lulus dan berubah menjadi penjahat kakap, penjara menjadi sarang narkoba, lahan suap dan berbagai penyimpangan lainnya. Berapa penjahat yang benar-benar bertaubat selepas dari penjara? Anehnya lagi, sarana yang terbukti mandul ini tetap dipertahankan, dibiayai lagi.
Saya katakan mandul dengan bukti riil di masyarakat, pembunuhan meningkat tajam dan dengan cara yang sangat keji, kejahatan lainnya seperti merampok, mencuri dan semacamnya tidak mau kalah, ikut-ikutan naik jumlahnya. Maka sudah saatnya beralih ke sebuah tatanan dan hukum made in Pencipta manusia yang secara otomatis lebih mengetahui manusia sekaligus lebih mengetahui apa yang pas dan baik bagi mereka.
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50).
Hukum jahiliyah adalah hukum jahil yang berarti bodoh, namanya saja hukum jahil, karuan saja kalau ia tidak efektif, karena lebih banyak tidak tahunya, tetapi hal ini bagi orang-orang yang yakin, mantap bahwa selain hukum Allah yang menabrak hukum Allah adalah hukum jahil alisa bodoh, lain halnya dengan orang-orang yang tidak yakin, mereka ini masih meragukan efektifitas hukum Allah, tetapi mereka pun bingung dengan produk hukum mereka sendiri yang tidak kunjung bisa mengatasi persoalan kejahatan secara mendasar.
Kalau sudah begini, payung hukum lemah untuk bisa menjadi tameng di depan tindak kejahatan yang semakin ‘bonek’ ditambah penegaknya yang juga masih ‘doyok’ dalam menghadapi para penjahat, maka kita belum bisa merasa aman betul terhadap nyawa kita, anak-anak dan keluarga kita, tapi mau bagaimana lagi, salah kita sendiri sih, sudah diberi hukum bijaksana dan tinggi nilainya, tetapi kita malah menengok ke arah hukum-hukum lain, ya hukum jahil itu. Begini deh jadinya. Wallahu a’lam
Salah satu kejahatan berat dalam Islam adalah kejahatan terhadap nyawa alias pembunuhan, silakan Anda membaca kembali makalah sebelum ini, namun yang kita dapati di negeri yang mayoritas muslim ini justru tindak kejahatan ini terjadi hampir setiap hari di berbagai tempat, salah satu faktor pemicunya adalah ringannya hukuman terhadap pelakunya, hanya dalam hitungan tahun yang kurang dari sepuluh.
Karena ringannya hukuman terhadap dosa besar ini, maka fenomen dosa ini semakin marak dan meningkat, orang dengan mudah menghabisi nyawa orang lain, nyawa orang lain tidak lebih dari nyawa nyamuk atau lalat, sekali kibas habislah ia. Perhatikan bentuk-bentuk pembunuhan zaman ini yang semakin beragam:
1- Pembunuhan terhadap beberapa korban sekaligus, artinya seorang pembunuh tidak merasa cukup menghabisi satu orang atau dua orang saja, tetapi beberapa orang sekaligus dia habisi.
2- Pembunuhan yang diikuti tindak kejahatan lainnya seperti memutilasi korban, membakar, memperkosa, melakukan tindak asusila, merampas harta dan lainnya.
3- Korban pembunuhan tidak pandang bulu, tidak hanya laki-laki dewasa, tetapi sudah merambah anak-anak dan kaum wanita yang semestinya lebih dilindungi.
4- Pembunuhan secara terang-terangan, dilakukan di depan umum, pembunuh tidak lagi takut membunuh dengan melakukannya secara sembunyi-sembunyi, sebaliknya dia berani melakukannya di hadapan tontonan mata masyarakat.
Dan anehnya, untuk kejahatan pembunuhan yang membuat sekujur tubuh merinding tersebut, hukumannya terkesan banci, kalah sangar dengan kejahatannya, saat pembunuh melakukannya dengan gagah berani dan tanpa belas kasih, tetapi begitu tertangkap, saat itu jaksa penuntut dan hakim pemutus gentar dan tidak setegas pelakunya dengan hanya mengganjarnya beberapa tahun saja. Sejak kapan hukum dan penegak hukum kalah oleh para penjahat? Sudah produk hukumnya memang memble di depan tindak kejahatan, masih ditambah dengan penegaknya yang juga tidak bertaji dalam menghadapi para penjahat. Lalu kapan kejahatan akan tereliminir di negeri ini? Nanti saat hukum Allah yang bijak diterapkan.
Lalu bagaimana dengan penjara? Sudah biaya operasionalnya sangat tinggi, alih-alih memperbaiki para penjahat, justru ia menjadi sekolah baru bagi penjahat, penjahat yang pada saat masuk tergolong teri, namun beberapa bulan setelah dia ‘sekolah’, dia pun lulus dan berubah menjadi penjahat kakap, penjara menjadi sarang narkoba, lahan suap dan berbagai penyimpangan lainnya. Berapa penjahat yang benar-benar bertaubat selepas dari penjara? Anehnya lagi, sarana yang terbukti mandul ini tetap dipertahankan, dibiayai lagi.
Saya katakan mandul dengan bukti riil di masyarakat, pembunuhan meningkat tajam dan dengan cara yang sangat keji, kejahatan lainnya seperti merampok, mencuri dan semacamnya tidak mau kalah, ikut-ikutan naik jumlahnya. Maka sudah saatnya beralih ke sebuah tatanan dan hukum made in Pencipta manusia yang secara otomatis lebih mengetahui manusia sekaligus lebih mengetahui apa yang pas dan baik bagi mereka.
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50).
Hukum jahiliyah adalah hukum jahil yang berarti bodoh, namanya saja hukum jahil, karuan saja kalau ia tidak efektif, karena lebih banyak tidak tahunya, tetapi hal ini bagi orang-orang yang yakin, mantap bahwa selain hukum Allah yang menabrak hukum Allah adalah hukum jahil alisa bodoh, lain halnya dengan orang-orang yang tidak yakin, mereka ini masih meragukan efektifitas hukum Allah, tetapi mereka pun bingung dengan produk hukum mereka sendiri yang tidak kunjung bisa mengatasi persoalan kejahatan secara mendasar.
Kalau sudah begini, payung hukum lemah untuk bisa menjadi tameng di depan tindak kejahatan yang semakin ‘bonek’ ditambah penegaknya yang juga masih ‘doyok’ dalam menghadapi para penjahat, maka kita belum bisa merasa aman betul terhadap nyawa kita, anak-anak dan keluarga kita, tapi mau bagaimana lagi, salah kita sendiri sih, sudah diberi hukum bijaksana dan tinggi nilainya, tetapi kita malah menengok ke arah hukum-hukum lain, ya hukum jahil itu. Begini deh jadinya. Wallahu a’lam
Malapetaka Akhir Zaman
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Malapetaka Akhir Zaman
Dan Cara Mengatasinya
Penerbit:
Penerbit:
YAYASAN AL-SOFWA, Jakarta
PO. BOX 7289 JKSPM 12072 Jakarta
Telp. (021) 78836327 (hunting), Fax. (021) 78836326
Diizinkan untuk menyebarkan ebook ini
Dilarang memperbanyak isi ebook ini tanpa izin tertulis dari penerbit
All Rights Reserved
Hak terjemahan dilindungi undang-undang
DAFTAR ISI
Kata Pengantar Syaikh Abdullah Al-Jibrin 1
Mukaddimah 3
Makna Fitnah 9
Setan dari Kalangan Jin dan Manusia 11
Jenis-jenis Fitnah: 15
* Ajakan Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan
Keyakinan Menyimpang 16
* Ajakan Kepada Perbuatan Maksiat dan Dosa-dosa
yang Besar Maupun yang Kecil 21
1- Menenggak Minuman Keras 23
2- Mendengarkan Alat-alat Musik dan Lagu 25
3- Mengisap Rokok 25
4- Eksploitasi Kaum Wanita 26
5- Fitnah Harta 28
6- Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan 31
7- Promosi-promosi Terselubung 35
8- Bergaul Dengan Anak-anak Nakal 36
Bagaimana Solusinya? 38
Camkanlah Nasihat Ini! 43
KATA PENGANTAR SYAIKH ABDULLAH BIN ABDURRAHMAN AL-JIBRIN
egala puji hanya bagi Allah Rabb alam semesta. Kesudahan yang baik hanya bagi orang-orang yang bertakwa dan tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zhalim. Aku bersaksi tiada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap para sahabat beliau. S
Wa ba’du,
Suatu kali saya pernah menyampaikan sebuah mu-hadharah (ceramah) sederhana tanpa persiapan matang,
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 1
dalam ceramah tersebut saya sebutkan beberapa fitnah (malapetaka) yang banyak tersebar pada zaman ini. Sekaligus menjelaskan bahayanya dan cara menanggu-langinya. Ceramah tersebut direkam dalam pita kaset dan disalin ulang oleh sebagian ikhwan. Mereka berhasrat untuk menyebarkannya. Saya pun menyetujuinya tapi dengan catatan bahwa ceramah yang saya sampaikan ketika itu tanpa persiapan matang, jadi wajar bila saya tidak dapat memaparkan seluruh dalil dan keterangan-keterangan yang berkaitan dengan topik pembicaraan. Dan juga terdapat beberapa kalimat yang kurang sempurna, namun tujuan umum dan maksud utamanya tetap tercantum dan disebutkan. Hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , atas seluruh keluarga dan sahabat-sahabat beliau.
Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
2 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
MUKADDIMAH
esungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari Kemudian kelak. Amma ba’du:1 S
1 Risalah ini pada asalnya adalah muhadarah (ceramah) yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin di salah satu masjid. Beliau telah memberiku izin untuk menyalinnya dan merevisinya serta mencetaknya, hal itu tentu setelah dikoreksi ulang oleh beliau. Beliau juga menambahkan beberapa catatan penting. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan dan semoga risalah sederhana ini dapat bermanfaat bagi
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 3
Allah Ta’ala berfirman:
لما) 1 (بِسحَأ سانلا ْنَأ اوُكرتي ْنَأ اوُلوُقي انمآ مهو اَل َنونتْفي) 2 (دَقَلو انتَف نيذَّلا نم مِهلبَق نمَلعيَلَف هَّللا نيذَّلا اوُقدص نمَلعيَلو ينِبذاَكْلا )3(
“Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah menge-tahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita semua tentang fitnah-fitnah (malapetaka) yang bakal terjadi. Dan juga menjelaskan jalan selamat darinya, yaitu berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
segenap kaum muslimin yang membacanya. Dan semoga Allah membalas kebaikan bagi semua pihak yang membantu terbitnya risalah ini, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. (Abu Anas).
4 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
نتف ُنوُكتس اهنِإ َلاَأ .تْلُقَف : َلوسر اي اهنم جرخمْلا امَلاَق ؟ِللها : باتك مُكدعب ام ربخو مُكَلبَق نم ُأبن هيف ِللهاِلزهْلاِب سيَل ُلصَفْلا وهو ،مُكنيب ام مَكحو . هَكرت نم هَّلضَأ هِريَغ نم ىدهْلا ىغتبا نمو ،ُللها همصَق ٍرابج نمو ،نيتمْلا ِللها ُلبح وهو ،ُللها وهو ،ميكحْلا ركاَّذلا وهميقتسمْلا ُطارصلا .)يذمرتلاو دحمأ ماملإا هاور(
“Ketahuilah bahwasanya bakal terjadi fitnah-fitnah (malapetaka)!” Kami bertanya: “Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Berpegang teguh dengan Kitabullah, sebab di dalamnya disebutkan sejarah orang-orang sebelum kalian, dan khabar tentang yang akan datang setelah kalian, dan di dalamnya juga terdapat hukum terhadap perselisihan di antara kalian. Ia adalah pemisah antara hak dan bathil, dan sekali-kali bukanlah senda gurau. Barangsiapa mening-galkannya karena keangkuhan, niscaya Allah akan membinasakannya. Dan barangsiapa mencari petunjuk dari selainnya, niscaya Allah akan menye-satkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh. Dan ia adalah bacaan yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan Allah yang lurus.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 5
Pada hari ini kita berada dalam kancah peperangan melawan fitnah (cobaan dan godaan) yang sangat besar. Fitnah bagaikan potongan malam kelam. Harta adalah fitnah (cobaan), anak-anak adalah fitnah (cobaan), wanita adalah fitnah (godaan), bercampur baur dengan orang-orang kafir dan munafik adalah fitnah (bencana), ajakan kepada kebatilan dan menjauhi kebe-naran adalah fitnah (malapetaka), teman pergaulan yang jahat adalah fitnah (bencana), seruan kepada perkara sia-sia, sesat dan batil adalah fitnah (bencana). Dan masih banyak lagi yang lain.
Ketika seorang insan jatuh terperosok ke dalam bahaya dan musibah, maka dihadapannya ada dua pilihan:
1- Ia segera mencari jalan-jalan keselamatan dan berusaha mengeluarkan diri dari musibah tersebut hingga ia bisa selamat. Tidak syak lagi hal ini merupakan keharusan yang harus ditempuh bagi orang yang berakal.
2- Atau ia hanya bisa pasrah menerima dan membiarkan dirinya binasa. Ini adalah tindakan orang bodoh yang pasrah dan tidak mencari jalan selamat.
Fitnah-fitnah sudah begitu banyak pada zaman sekarang ini. Gelombangnya sudah saling berbenturan dengan berbagai bentuk kejahatan. Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati darinya dengan sungguh-sungguh berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam.
Dan hendaknya ia juga waspada agar tidak menjadi penebar fitnah (bencana) atau mendatangi atau condong
6 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
kepadanya, sehingga ia terjebak di dalamnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
اهيف مئاَقْلاو ،ِمئاَقْلا نم ريخ اهيف دعاَقْلا نتف ُنوُكتس نمو ،يعاسلا نم ريخ يشامْلاو ،يشامْلا نم ريخهُفرشتست اهَل فرشت .)فتمهيلع ق(
“Bakal terjadi fitnah (pertumpahan darah), orang yang duduk ketika itu lebih baik daripada orang yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Dan barangsiapa melibatkan diri ke dalamnya niscaya ia akan terseret ke dalamnya.” (Muttafaq 'alaih)
Kita semua, baik rakyat maupun penguasa, ulama maupun orang awam, hendaknya saling bahu membahu memadamkan api fitnah dengan berbagai corak tersebut. Dengan cara yang penuh hikmah dan nasihat yang baik. Jika hal itu tidak kita lakukan, maka akibatnya akan sangat berbahaya dan kesudahannya akan sangat menyakitkan. Allah berfirman:
اوُقتاو ًةنتف اَل نبيصت نيذَّلا اومَلَظ مُكنم ًةصاخ اومَلعاو َّنَأ هَّللا ديدش ِباَقعْلا) 25(
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 7
tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25)
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dunia ini ada-lah batu ujian dan cobaan. Allah berfirman:
مُكوُلبيل مُكُّيَأ نسحَأ اًلمع
“Agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Huud: 7)
Dan bahwasanya kampung akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Orang yang berbahagia adalah yang diselamatkan Allah dari fitnah-fitnah (bencana-bencana). Dan orang yang celaka adalah yang terseret ke dalamnya dan menjadi penyeru kepadanya. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua.
Risalah yang sederhana ini menyebutkan dengan ringkas beberapa fitnah-fitnah yang banyak bersebaran pada zaman sekarang ini dan banyak menimpa kaum muslimin. Mudah-mudahan bermanfaat bagi orang yang ingin memetik faidah dan menjadi peringatan bagi para pencari ibrah (pelajaran). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
8 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
MAKNA FITNAH
Fitnah adalah cobaan dan ujian.
Dosa syirik disebut fitnah dan kekufuran juga disebut fitnah. Allah berfirman dalam kitab-Nya:
مهوُلتاَقو ىتح اَل َنوُكت ٌةنتف
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi.” (Al-Baqarah: 193)
Yaitu sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran.
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَلو تَلخد مِهيَلع نم اهِراَطْقَأ ُثم اوُلئس َةنتفْلا اهوتآَل امو اوُثبَلت اهِب اَّلِإ ايرِسي) 14(
“Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, ke-mudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya.” (Al-Ahzab: 14)
Namun istilah fitnah lebih banyak diucapkan untuk sesuatu berupa bala dan cobaan yang kerap kali memperdaya
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 9
dan menyimpangkan banyak orang dari jalan yang lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya mereka larut bersama bala dan cobaan tersebut. Itulah cobaan dan bala yang menye-satkan yang sangat dikhawatirkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas umatnya. Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda:
حبصي ِملْظمْلا ِليَّللا ِعْطَقَك نتف ةعاسلا يدي نيب َّنِإ حبصيو انمؤم يِسميو ارفاَك يِسميو انمؤم ُلجرلااينُّدلا نم ٍضرعِب هنيد عيِبي ،ارفاَك.) هجام نباو دواد وبأ هاور(
“Menjelang hari Kiamat nanti bakal terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore harinya, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Maknanya apabila fitnah tersebut telah menimpa seseorang, ia akan terpedaya dan selanjutnya sesat serta menyimpang dari kebenaran dan petunjuk, ia menjual agamanya dengan materi dunia! Fitnah-fitnah seperti ini telah banyak kita saksikan pada hari ini. Oleh karena itu yang dapat bertahan dan sabar dalam menghadapinya hanyalah orang-orang yang diteguhkan Allah dan diberi-Nya karunia ilmu dan pengetahuan.
10 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
SETAN-SETAN DARI KALANGAN JIN DAN MANUSIA
etan telah meyakini bahwa dirinya telah binasa. Bahwa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh karena itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar mereka bisa masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan setan bersumpah untuk melakukan tekadnya itu. Allah Ta’ala berfirman: S
َلاَق كتزعِبَف مهنيِوْغُأَل ينعمجَأ) 82 (اَّلِإ كدابع مهنم ينصَلخمْلا) 83(
“Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (Shad: 82-83)
Allah juga mengabarkan bahwa di kalangan manusia juga ada yang berperan sebagai setan. Allah Ta’ala
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 11
berfirman:
كلَذَكو انْلعج ِّلُكل يِبن اودع ينطايش ِسنِإْلا نِجْلاو
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin.” (Al-An’am: 112)
Cobalah perhatikan, Allah Ta’ala mendahulukan penyebutan setan dari jenis manusia sebelum penyebutan setan dari jenis jin! Sebab setan jenis manusia itulah yang mengajak kepada apa yang diserukan oleh setan jenis jin. Mereka mengajak kepada kekufuran, bid’ah dan maksiat, yang mana hal itu merupakan seruan setan. Alim ulama menjelaskan bahwa setan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan dosa, mulai dari dosa yang paling besar sampai dosa yang kecil. Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab Al-Bada’iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai berikut: “Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya.
• Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.
• Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat bid’ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya, maka setan
12 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
akan membuat bid’ah itu indah di matanya hingga dia rela dan setan pun membuatnya puas dengan bid’ah itu.
• Jika tidak berhasil juga, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa besar.
• Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.
• Jika ternyata tidak berhasil juga, setan akan menyi-bukkannya dengan perkara-perkara mubah hingga ia lupa beribadah.
• Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.
• Jika gagal juga, maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang selamat darinya hingga para nabi dan rasul sekalipun. Yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh de-ngan agamanya.
Oleh sebab itu kita temui setan-setan jenis manusia ada juga yang menyeru kepada kekufuran, syirik, mengajak orang berbuat dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Jika tidak mampu, mereka akan membuat orang lalai dengan perkara-perkara mubah. Jika masih juga gagal, maka mereka memalingkan orang dari amal yang terpenting kepada amal yang kurang penting. Jika ternyata gagal, maka tidak ada jalan lain kecuali mengganggu dengan lisan, dengan tangan atau dengan gangguan model apa saja!
Maka seorang insan seharusnya tetap waspada dan
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 13
menjauhkan diri dari setan-setan baik dari jenis jin maupun manusia.
14 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
JENIS-JENIS FITNAH
endaknya setiap muslim harus mengetahui jenis-jenis fitnah, agar ia dapat berjalan di atas ilmu dan keterangan yang nyata, dan hingga ia tidak terkicuh, terutama bagi para pemuda. Sebab jika Allah tidak memberinya akal yang cemerlang dan sikap santun serta pemahaman dan pengetahuan yang cukup mengenai fitnah ini, niscaya banyak di antara mereka yang terkicuh dengan tipu daya setan. Dengan mudah ia akan mengikuti setiap ajakan setan. Maka dari itu, kita harus menyebutkan beberapa bentuk dan beberapa jenis fitnah pada zaman sekarang ini. Sebagaimana yang dimaklumi bersama, bahwa juru fitnah (kesesatan) tidak terang-terangan mengajak orang kepadanya. Namun ia mengajak melalui corong-corongnya, para penyebar dan para penyeru kepadanya. Merekalah yang disebut sebagai da’i-da’i penyebar kesesatan. H
Fitnah ada dua jenis:
Pertama: Penyeru kepada syirik, kekufuran, kese-satan dan penyebar aqidah menyimpang.
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 15
Kedua: Penyeru kepada perbuatan dosa dan mak-siat, baik dosa besar maupun dosa kecil.
Akan kita sebutkan satu per satu dengan ringkas dan gamblang supaya menjadi peringatan dan penjelasan. Sebab sangat disayangkan sekali risalah sederhana ini tidak cukup memuat seluruhnya.
Jenis Pertama: Penyeru Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan Penyebar Aqidah Menyimpang
Sesungguhnya merupakan fitnah zaman sekarang adalah merebaknya ajakan kepada perbuatan syirik, kufur dan sesat serta menyebarnya aqidah-aqidah yang menyimpang di mana-mana. Sudah barang tentu Allah Ta'ala telah meletakkan fitrah pada diri manusia untuk mengenal-Nya. Dan untuk mengakui-Nya sebagai Rabb dan ilaah (sesembahan). Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:
مقَأَف كهجو ِنيدلل اًفيِنح ترْطف هَّللا يتَّلا رَطَف سانلا اهيَلع اَل َليدبت ِقْلخل هَّللا كلَذ نيدلا ميَقْلا نكَلو رَثْكَأ ِسانلا اَل َنومَلعي) 30(
“(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah mencip-takan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
16 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
(Ar-Rum: 30)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga telah menegaskan hal itu dalam sabdanya:
دَلوي دوُلوم ُّلُك هِنارصني وَأ هِنادوهي هاوبَأَف ،ةرْطفْلا ىَلع ْله ،َءاعمج ًةميِهب ُةميِهبْلا جتنت امَك ،هِناسجمي وَأَءاعدج نم اهيف َنوُّسحت .)هيلع قفتم(
“Setiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah (muslim muwahhid), namun kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana seekor hewan melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, adakah kamu dapati cacat padanya.” (Muttafaq 'alaih)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa seorang insan lahir ke dunia dalam keadaan yang sempurna, siap menerima kebaikan. Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, niscaya ia dapat mengenali Rabbnya. Ia akan mengetahui apa yang diperintahkan kepadanya, serta menyadari bahwa ia tidak dibiarkan begitu saja. Ia dibebani tanggung jawab dan kewajiban. Akan tetapi di sekitarnya ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ada yang baik, yang akan menghidupkan fitrah dan nalurinya. Dan ada yang buruk, yang membelokkannya dari aqidah yang benar, hingga terjerumus dalam aqidah-aqidah sesat. Faktor berpengaruh tersebut bisa jadi dari orang tuanya sendiri dan bisa jadi dari
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 17
guru atau orang lain.
Fitnah semacam ini bergerak mengajak orang kepada kesesatan dan kemaksiatan. Dengan ajakan seperti ini dan dengan metode yang penuh tipu daya tersebarlah berbagai macam kemaksiatan secara otomatis semakin banyak pula orang-orang yang mempromosikannya. Coba lihat, betapa banyak penyeru kepada kekufuran, kebatilan dan kesesatan.
Tidak syak lagi, bahwasanya siapa saja yang meng-gandrungi sebuah keyakinan, menyenanginya dan mera-sa puas dengannya, pasti senang bila keyakinan seperti itu semakin banyak penganutnya dan tersebar luas. Ia akan segera menawarkan keyakinan itu kepada orang lain dan berusaha agar orang lain menyukainya dan memandangnya bagus. Tanpa ambil peduli dengan kesalahan dan kesesatan yang ada padanya. Sebagai contoh, kita meyakini kesesatan kaum Nasrani, Yahudi dan Majusi, siapa saja yang mempelajari dan mengetahui keyakinan mereka pasti yakin bahwa mereka jauh dari kebenaran. Walaupun begitu mereka meyakini bahwa mereka berada di atas kebenaran. Oleh sebab itu mere-ka berusaha sekuat tenaga menyebarkan keyakinan mereka melalui berbagai media. Dan menyebarkan juru-juru dakwah yang mereka namakan missionaris, namun pada hakikatnya mereka adalah penginjil dan penyebar kesesatan. Mereka ini adalah fitnah terbesar, yang mana mereka telah berhasil menyesatkan banyak orang. Hanya orang-orang yang diselamatkan Allah Ta'ala saja yang terhindar dari bahaya mereka para missionaris dan
18 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
penginjil itu. Allah Ta'ala menjadikan mereka sebagai batu ujian dan cobaan bagi umat manusia. Namun di balik itu semua ada hikmah yang besar dan bukti yang terang.
Termasuk fitnah yang tersebar pada hari ini adalah ajakan-ajakan kepada aqidah yang sesat. Siapa saja yang meyakini sebuah aqidah sesat, maka aqidah itu akan menjadi kepercayaannya. Ia akan menyeru kepadanya dan meng-angkat juru-juru dakwah untuk menyebarkannya. Dan rela mengeluarkan hartanya untuk itu sekalipun aqidah itu batil dan jauh dari kebenaran. Namun setan membutatulikan mata hatinya sehingga merasa dirinyalah yang benar dan memandang salah orang-orang yang menyelisihinya.
Lihat saja, setiap ahli bid’ah pasti mengajak orang kepada bid’ahnya. Sebagai contoh kaum Syi’ah Rafidhah, ajaran mereka telah tersebar luas di beberapa negeri Islam. Padahal jika engkau menilik keyakinan mereka, pasti engkau dapati sangat jauh dari kebenaran. Jika engkau membaca buku-buku mereka, pasti engkau akan terhenyak kaget melihat kisah-kisah khurafat dan dusta bertebaran di sana-sini.
Walau demikian, mereka bersungguh-sungguh dalam menyebarkan aqidah sesat tersebut. Bukan itu saja, bahkan mereka rela mengeluarkan harta yang berlimpah demi menjerat orang-orang jahil dan bodoh ke dalamnya. Jarang orang yang selamat jika sudah terperangkap jerat aqidah tersebut. Wal ‘Iyadzubillah
Setan menutup mata mereka sehingga mereka merasa
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 19
berada di pihak yang benar. Lalu mereka pun berusaha memperdaya orang lain supaya meyakini merekalah golongan yang benar, selain mereka adalah ahli bathil. Ternyata banyak sekali orang-orang jahil dan terbelakang yang terkicuh dengan cara-cara mereka itu. Mereka menampakkan kelembutan, kerendahan hati dan ketawa-dhu’an namun di balik itu mereka berusaha menyeret orang ke dalam aqidah mereka yang sesat. Fitnah kelompok Syi’ah Rafidhah ini sudah sedemikian besar dan parah, kita memohon kepada Allah Ta'ala semoga kaum muslimin terhindar dari kejahatan dan bahaya mereka.
Selain itu banyak pula kelompok-kelompok me-nyimpang lainnya. Misalnya kelompok Khawarij yang juga merupakan ancaman serius. Mereka masih tetap bergen-tayangan di beberapa negeri. Yang membuat api fitnah semakin marak.
Demikian pula kaum sufi, kaum ahli bid’ah yang mentakwil secara bathil sifat-sifat Allah. Mereka juga merupakan pemicu fitnah. Mereka ini menyebar di berbagai belahan dunia. Dan masih banyak lagi kelompok-kelompok menyimpang lainnya.
Maka sudah seyogyanya seorang insan berpegang teguh kepada al-Haq dan benar-benar meyakininya. Dan benar-benar bersandar kepada dalil-dalilnya. Serta menjauhkan diri dari juru-juru fitnah dan kesesatan tersebut. Jangan sekali-kali ia mendengar ajakan dan promosi mereka. Sekalipun ia seorang yang berilmu. Sebab keyakinan-
20 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
keyakinan sesat itu ibarat racun dalam lemak. Kelihatannya enak, menarik minat untuk memakannya namun di balik itu adalah racun mematikan.
Tujuan kami menyebutkan oknum-oknum juru dakwah yang menyesatkan serta bid’ah-bid’ah mereka adalah sebagai peringatan bagi setiap muslim dari bahaya mereka dan bahaya bid’ah yang mereka serukan. Dan supaya kaum muslimin tidak bertumpu kepada mereka. Hendaklah selalu waspada dan berhati-hati terhadap setiap orang yang mengajak kepada kekufuran, syirik, bid’ah dan kesesatan.
Jenis Kedua: Penyeru Kepada Maksiat dan Dosa yang Besar Maupun Kecil
Oknum-oknum yang mengajak berbuat maksiat dan dosa yang besar maupun kecil sangat banyak berke-liaran pada zaman sekarang ini, semoga Allah Ta'ala tidak memperbanyak jumlah mereka. Banyak sekali fitnah dan musibah akibat kejahatan mereka. Mereka masuk ke mana-mana, di kalangan kaum Yahudi terdapat penyeru kepada maksiat, demikian pula halnya di kalangan kaum Nasrani, kaum musyrikin, kaum mulhidin kaum komunis, bahkan di kalangan kaum muslimin dan lebih khusus lagi di kalangan Ahlus Sunnah terdapat penyeru kepada maksiat. Demikian pula di kalangan kaum Syi’ah Rafidhah, Mu’tazilah dan kelompok-kelompok bid’ah lainnya, di kalangan mereka terdapat penyeru kepada maksiat.
Penyeru kepada maksiat lebih dominan daripada yang
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 21
lain. Bencana yang mereka timbulkan juga lebih besar. Tidak ada jalan alternatif lain bagi seorang muslim untuk menyelamatkan dirinya dari bencana tersebut kecuali dengan menyadari bahwa Allah Ta'ala telah mengharamkan segala perbuatan maksiat. Dan hendaknya ia mengetahui bahwa oknum-oknum yang mengajak berbuat maksiat pada hakikatnya mengajak supaya orang lain meniru mereka.
Tidak syak lagi, Allah Ta'ala telah menjelaskan perkara yang halal dan perkara yang haram. Dan telah menetapkan sanksi dan hukuman atas perbuatan haram dan mengancam pelakunya dengan siksaan yang pedih. Di samping itu Allah Ta'ala menganjurkan hamba-Nya berbuat taat dan berpegang teguh dengannya serta selalu mengerjakan amal-amal kebaikan. Dan Dia telah menjanjikan pahala yang besar bagi yang mengamalkannya. Namun meski demikian, oknum-oknum yang menggandrungi perbuatan dosa dan maksiat itu tetap ngotot menyebarkannya.
Jika hati bertanya, apa yang mereka inginkan di balik maksiat dan dosa yang mereka sebarkan ke mana-mana? Bukankah mereka mengetahui bahwa Allah telah meng-haramkannya? Bukankah mereka juga menyadari bahwa Allah Ta'ala akan mengazab orang-orang yang berbuat maksiat? Lalu apa yang mereka inginkan?
Jawabnya: Itulah fitnah dan bala zaman sekarang! Allah Ι menguji hamba-hamba-Nya dengan fitnah tersebut. Barangsiapa selamat berarti merekalah orang-orang yang dikehendaki baik oleh Allah Ta'ala. Barangsiapa binasa,
22 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
maka merekalah orang-orang yang dikehendaki sesat oleh-Nya. Wal ‘Iyadzubillah
Sebagai keterangan tentang fitnah dan bahaya para penyeru kepada maksiat, kami akan menyebutkan beberapa contoh orang-orang yang mengajak berbuat maksiat dan seruan yang mereka teriakkan. Sehingga seorang muslim dapat berjalan dengan penuh kewaspadaan terhadap mereka dan pengaruh mereka. Kami akan menyebutkan beberapa maksiat yang sudah umum dan merata di tengah-tengah umat. Menyinggung sekilas tentang bahayanya dan tidak memerincinya lebih mendalam. Sebab buku kecil ini tidak cukup untuk memuatnya.
1-Menenggak Minuman Keras
Meminum minuman keras termasuk fitnah (ke-mungkaran) besar yang banyak menimpa para pemuda Islam sekarang ini. Tidak hanya sebatas menenggaknya saja, bahkan mereka juga mengajak orang lain kepada kemungkaran yang besar ini. Setiap orang yang kecanduan minuman keras, pasti mengajak orang lain untuk mencicipinya. Sebab ia sudah terlanjur sayang dan suka serta menggandrunginya, karena itulah ia ingin agar semakin banyak orang yang mengikuti dan membantunya. Sehingga tidak ada orang yang mencegahnya. Ia akan berkata kepada orang yang mendakwahinya: “Mengapa Anda terlalu pelit terhadap diri sendiri? Mengapa Anda tidak ikut bersenang-senang menikmati kelezatan ini? Demikianlah ia terus merayu sehingga orang-orang yang jahil akan terperosok ke
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 23
dalam perbuatan maksiat itu! Dan bila sudah jatuh ke dalamnya, ia akan terjerat sehingga sangat sulit untuk melepaskan diri. Jatuhlah ia ke dalam kemungkaran yang besar, yaitu meminum minuman keras. Allah Ta'ala berfirman:
اي اهُّيَأ نيذَّلا اونمآ امنِإ رمخْلا رِسيمْلاو باصنَأْلاو ماَلزَأْلاو سجِر نم ِلمع ناَطيشلا هوبِنتجاَف مُكَّلعَل َنوحلْفت) 90 (ِإامن ديِري ُناَطيشلا ْنَأ عقوي مُكنيب َةوادعْلا َءاضغبْلاو يف ِرمخْلا ِرِسيمْلاو مُكدصيو نع ِرْكذ هَّللا ِنعو ةاَلصلا ْلهَف متنَأ َنوهتنم) 91(
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al-Ma’idah: 90-91)
24 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
2-Mendengarkan Lagu dan Alat-alat Musik
Termasuk fitnah (kemungkaran) yang banyak ter-sebar pada zaman sekarang adalah mendengarkan nyanyian dan alat-alat musik. Orang-orang yang kecanduan alat-alat musik dan hobi mendengarkan musik, lagu dan sejenisnya suka jika semakin banyak orang yang mempunyai kegemaran seperti mereka. Oleh sebab itu, pecandu musik dan lagu tahu jika kita semua menentang mereka, maka kita akan mengekang mereka, menyusahkan dan merendahkan mereka. Sehingga dengan itu mereka akan rendah dan hina serta tidak dapat memuaskan dirinya dan menampakkan serta mempromosikan kehendak syahwatnya.
Bilamana banyak orang-orang yang mendukung mereka dan banyak pula orang-orang yang meniru, membantu dan mengikuti mereka, maka dengan leluasa mereka membuka tempat-tempat hiburan, night club, music house, kafe-kafe, diskotik-diskotik, tempat-tempat karaoke dan lainnya. Mereka pun mengajak orang lain ke tempat itu. Pengaruh mereka terhadap orang-orang jahil adalah cobaan dan bala’. Dengan cobaan itu Allah meneguhkan orang-orang yang berakal dan menyesatkan orang-orang jahil dan menyimpang.
3-Mengisap Rokok
Mengisap rokok termasuk fitnah (wabah) besar yang pada hari ini tidak ada satupun rumah yang selamat dari asapnya! Kecanduan mengisap rokok telah melanda setiap
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 25
lapisan baik orang dewasa maupun anak kecil, pria maupun wanita. Bukan sebatas itu saja, ternyata banyak juga oknum-oknum yang menyeru kepada wabah rokok yang lebih tepat disebut penyakit dan bala’!
Mengapa!
Sebab para perokok ingin agar semakin banyak orang yang kecanduan rokok. Sehingga tidak ada lagi orang yang berusaha mencegahnya. Ajakan para pengisap rokok ini termasuk fitnah. Bila ia melihat seorang jahil, ia akan berusaha mempengaruhinya supaya merokok. Termasuk di antaranya beberapa orang yang terpengaruh merokok melalui teman-temannya yang candu merokok. Ia terpengaruh dengan jumlah mereka yang banyak tanpa melihat kepicikan dan kedangkalan akal dan faham para perokok itu. Lama-kelamaan ia akan mengikuti kebiasaan mereka. Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya Dia akan melindungi serta menjauhkannya dari pergaulan anak-anak nakal tersebut. Dan barangsiapa dipengaruhi mere-ka, maka hendaklah berhati-hati dan waspada terhadap ajakan dan seruan mereka. Sebab bahaya ini (bahaya mengisap rokok) telah merata di mana-mana dan telah meminta banyak korban.
4-Eksploitasi Kaum Wanita
Termasuk dalam deretan fitnah zaman sekarang adalah eksploitasi kaum wanita.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
26 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
mengabarkan bahwa wanita itu adalah salah satu fitnah yang terbesar. Beliau bersabda:
َليئارسِإ يِنب ةنتف َلوَأ َّنِإَف ،َءاسنلا اوُقتاو اينُّدلا اوُقتاِءاسنلا يف تناَك .)ملسم هاور(
“Berhati-hatilah dari godaan dunia dan waspadai-lah rayuan kaum wanita, sebab fitnah pertama kali yang menimpa bani Israil adalah fitnah wanita.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut wanita sebagai fitnah (sumber godaan). Dan rasul juga telah mengabarkan bahwa bani Israil tersesat karena fitnah (godaan) wanita.
Pada zaman sekarang ini eksploitasi kaum wanita banyak tersebar di mana-mana. Mayoritas kaum hawa itu berani bersolek dan menampakkan lekuk tubuh mereka di pasar dan di jalan-jalan. Memamerkan segala macam asesioris dan perhiasannya.
Barangsiapa yang Allah kehendaki terkena godaan, maka ia akan menyorotkan matanya atau melirikkan pandangannya kepada mereka (kaum wanita itu). Hingga dikhawatirkan ia akan terkena godaan daya tarik wanita itu dan terpedaya lantas timbul syahwat terlarang yang mendorongnya berbuat apa yang diharamkan Allah Ta'ala, yaitu berzina! Atau pengantar kepada zina (seperti berdua-duan tanpa mahram, berpacaran dan lain-lain-pent).
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 27
Memang, wanita adalah godaan yang paling besar!
Termasuk di antaranya eksploitasi kaum wanita melalui film-film. Ini merupakan musibah dan malapetaka besar.
Demikian pula foto-foto mereka di majalah, koran-koran dan sampul barang-barang tertentu. Mereka sengaja memilih wanita-wanita cantik agar menarik minat orang, khususnya para pemuda. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah munculnya foto-foto mereka dalam keadaan bugil atau setengah bugil yang diproduksi dengan kamera-kamera canggih dan ditebar dengan parabola. Nas`alullah al-‘afiyah was salaamah
Tidak diragukan lagi hal itu termasuk bencana ter-besar pada zaman sekarang ini. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. Barangsiapa mensucikan dirinya, pandangannya tidak akan tertuju kepada perkara haram itu. Dan tidak akan menuruti kehendak syahwat dalam hatinya kepada wanita-wanita itu. Barangsiapa dipelihara dan dijaga oleh Allah Ta'ala, niscaya Dia akan menjauhkannya dari fitnah tersebut. Dan niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang Allah Ι kehendaki kebaikan bagi diri mereka.
5-Fitnah Harta
Termasuk fitnah pada zaman ini adalah harta benda dunia yang banyak menguasai hati manusia. Sehingga mereka lebih mengutamakan dan mengedepankannya
28 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
daripada menunaikan hak-hak Allah Ta'ala. Mereka tidak peduli dengan cara apa memperoleh harta benda itu, dengan yang halal atau yang haram.
Ini termasuk bencana yang sudah merata. Banyak juga oknum-oknum yang mengajak berbuat demikian. Adapun faktor pendorongnya adalah hawa nafsu yang diciptakan untuk selalu mencintai harta benda. Akibatnya, banyak sekali orang yang terperosok ke dalam perbuatan haram. Pada hari ini banyak ditemukan orang-orang yang berbangga-bangga dengan harta yang banyak. Allah Ta'ala berfirman:
َأمُكاهْل رُثاَكتلا) 1(
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (At-Takatsur: 1)
اوُلاَقو نحن رَثْكَأ اًلاومَأ اداَلوَأو امو نحن ينِبَّذعمِب )35(
“Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mem-punyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab”. (Saba’: 35)
Betapa banyak orang-orang yang tergoda dengan harta benda dunia. Dan betapa banyak pula orang-orang yang bertanya-tanya bagaimana si Fulan dapat mengumpulkan harta sebanyak itu hingga ia menjadi orang kaya dan dapat
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 29
membangun istana-istana, memiliki ini dan itu di dalam dan luar negeri? Hingga ia pun berangan-angan dan akhirnya condong kepada harta dunia.
Dan betapa banyak pula orang yang terpedaya dengan cobaan harta ini. Mereka mengumpulkan harta tanpa peduli halal haram. Akhirnya mereka terjerumus ke dalam praktek riba, penipuan, suap-menyuap, dan lainnya. Semua itu karena ambisinya mengumpulkan harta. Sekalipun dengan cara mencuri, korupsi, menggelapkan harta negara tanpa hak dan lain-lain. Maksudnya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbanyak dan mengembangkan hartanya sehingga ia bisa seperti si Fulan dan si Fulan!!
Apabila telah memperoleh harta yang banyak, maka mereka habiskan untuk berfoya-foya, memuaskan syahwat, mengenakan pakaian-pakaian yang disukai, tanpa memperhatikan batas halal haramnya lagi. Seperti memanjangkan pakaian melebihi mata kaki (isbal), atau meniru pakaian orang kafir, berekreasi ke negeri-negeri Eropa (baca:kafir), dan menyorotkan mata sesuka hati kepada perkara-perkara yang terlarang sebagai pemuas nafsu binatang mereka.
Demikianlah musibah menjadi bertambah besar. Rasulullah n telah menegaskan bahwa harta adalah cobaan. Dan yang beliau takutkan atas kita adalah harta dunia yang dibentangkan dan gemerlap dunia yang Allah Ta'ala keluarkan bagi kita. Allah Ta'ala berfirman:
30 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
امنِإ مُكُلاومَأ مُكداَلوَأو ٌةنتف هَّللاو هدنع رجَأ ميظع )15(
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanya-lah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (At-Taghabun: 15)
Sesungguhnya Allah Ta'ala jualah yang telah meng-anugerahkan harta benda tersebut. Dan menjadi cobaan bagi hamba yang menerimanya. Apakah ia tergelincir ke dalam perkara haram disebabkan harta itu? Apakah ia membeli barang-barang terlarang karena tidak puas dengan yang dibolehkan? Ataukah ia gunakan untuk memuaskan nafsunya sekalipun dengan perkara yang haram!?
Misalnya setiap kali bepergian ke luar negeri, ia terjerumus ke dalam perkara haram, seperti meminum khamar, berzina, dan lainnya. Itulah fitnah besar pada zaman sekarang ini. Kita memohon kepada Allah Ta'ala keselamatan dari segala kejelekan.
6-Fitnah Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan
Termasuk fitnah pada zaman ini adalah ajakan dan seruan kepada berbagai jenis penyimpangan dan kesesatan. Orang-orang yang mengajak kepadanya berasal dari kalangan kaum kafir dan orang-orang fasik yang datang kepada kita dengan gelar-gelar mentereng seperti guru besar,
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 31
instruktur, insinyur, arsitek, doktor, orang pintar dan sejenisnya. Orang-orang awam menggelari mereka dengan sebutan ‘tenaga ahli’. Pada umum-nya mereka adalah orang-orang yang membenci dan dengki kepada kita. Sebab kita berpegang teguh dengan aqidah salafiyah yang benar. Di samping kita juga memi-liki kekayaan alam yang melimpah ruah, serta stabilitas keamanan yang tetap terjaga di negeri kita. Sehingga kita hanya takut kepada Allah Ta'ala. Mereka dengki kepada kita dan berusaha menjerumuskan kita kepada kehan-curan yang mereka alami. Maka mereka pun mengajak orang berbuat seperti mereka, sekalipun mereka tidak mengatakannya terang-terangan. Namun mereka men-contohkannya melalui perbuatan untuk memperdaya kita. Mereka itulah juru fitnah yang terbesar!
Hendaklah kita selalu waspada terhadap mereka. jangan sekali-kali memuliakan dan menghormati mereka, sebab sudah banyak orang yang menjadi korban, yang akhirnya condong kepada mereka dan memuji-muji mereka.
Orang-orang yang kembali dari negeri mereka pasti akan membenci kita. Membenci bapak-bapak dan pendahulunya. Melecehkan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dan semakin tinggilah kedudukan orang-orang kafir dan fasik itu dalam pandangan mereka.
Orang-orang itu mengatakan: “Kalian hanya pan-dai beribadah saja! Kalian hanya memiliki buku-buku agama saja! Kalian tidak bisa begini dan begitu! Semen-tara mereka berhasil menciptakan ini dan itu!
32 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
Maka setan pun memperdaya mereka, sehingga orang-orang kafir itu dianggap lebih hebat daripada kita. Lebih pintar, lebih maju ilmu pengetahuannya, lebih kuat jasmaninya, lebih ahli dan lebih mahir daripada kita kaum muslimin. Mereka benar-benar tidak tahu bahwa orang-orang kafir itu memang disegerakan bagi mereka kenikmatan-kenikmatan di dunia. Mereka adalah orang-orang yang sibuk mengurus dunia serta meninggalkan akhirat, sebagaimana yang digambarkan Allah Ta'ala dalam firman-Nya:
َنومَلعي ارهاَظ نم ةايحْلا اينُّدلا مهو ِنع ةرخآْلا مه َنوُلفاَغ) 7(
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidup-an) akhirat adalah lalai.” (Ar-Rum: 7)
Wahai saudaraku, janganlah sekali-kali engkau terpedaya dengan orang-orang seperti itu. Baik mereka mengajakmu dengan lisan ataupun dengan perbuatan.
Misalnya seorang guru, ia mengajak dengan ucap-annya, ia hiasi perkataannya sehingga untaian katanya menarik untuk didengar. Namun di balik itu terdapat racun yang mematikan. Bahaya mereka sangat besar. Hanya orang yang Allah beri keteguhan serta ilmu yang dapat lolos dari mereka. Namun bagi yang lemah aqidahnya, ia pasti terpedaya oleh mereka. Ia akan melatahi guru sesat tersebut.
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 33
Atau minimal meyakini guru sesat itu punya kelebihan, punya keahlian, punya pangkat dan kedudukan yang tinggi. Ia akan menyanjungnya mati-matian bahwa dia punya keahlian ini, punya kepandaian itu dan lain sebagainya. Lantas ia akan mengikuti dan membenarkan seluruh ucapannya. Hingga ia terseret ke dalam ajakan guru sesat itu, maka kejahatan dan kerusakan semakin meluas. Itulah salah satu malapetaka akhir zaman!
Demikian pula yang datang dengan gelar insinyur, arsitektur, developer, instruktur dan lainnya yang bergerak di bidangnya masing-masing. Orang-orang jahil memuji mereka, dengan mengatakan: “Mereka menguasai teknologi yang tidak kita kuasai, mereka ahli dalam memproduksi barang-barang dan merancang bangunan. Dengan demikian orang-orang jahil itu terpikat dan gandrung kepada mereka. Tanpa menyadari bahwa mereka itu sebenarnya budak-budak dunia. Dan tanpa menyadari juga bahwa mereka adalah orang kafir dan fasik yang tidak pernah ke masjid, tidak pernah menunaikan shalat dan tidak pernah membaca Al-Qur'an.
Seorang muslim yang celaka tanpa terasa telah menyanjung-nyanjung mereka, terpedaya dengan mereka, memuji mereka dengan sifat amanah, faham, kuat dan bertanggung jawab dalam menangani tugas.
Orang-orang jahil yang kepincut dengan mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka melakukan hal itu untuk memperdaya orang banyak, dan agar orang lain
34 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
memuji mereka, sekalipun pekerjaan mereka serampangan.
Kita katakan kepada orang jahil itu: “Apabila Anda mengagumi mereka, belajarlah baik-baik seperti mereka lalu terapkan! Dengan catatan pelajarilah hal-hal yang berman-faat saja dan hindarilah hal yang jelek-jelek. Sebab, bukankah Anda telah mengetahui bahwa niat mereka jelek? Meskipun mereka dikaruniai ilmu pengetahuan duniawi. Yang tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
7-Promosi-promosi Terselubung
Termasuk fitnah pada hari ini adalah promosi-promosi terselubung yang banyak disebarkan oleh orang-orang kafir dan fasik melalui saluran-saluran komunikasi (program-program radio dan televisi), majalah, koran, buku dan selebaran-selebaran. Orang-orang jahil kembali menjadi korban dengan mengkonsumsi barang-barang itu. Mereka pun percaya dengannya, meyakini kebenarannya dan akhirnya terpedaya lantas mereka sendiri pula yang menyiarkannya lewat program-program radio dan televisi. Mengagumi keyakinan dan ibadah orang-orang kafir dan fasik itu, serta mengagumi karya-karya mereka, dan menyebarkannya melalui tulisan-tulisan dan surat kabar serta mencantumkan di dalam-nya foto-foto hasil produksi mereka.
Bahkan ada juga orang jahil yang memuji-muji aga-ma mereka dan mencela dienul Islam. Melecehkan aqidah dan budaya kita tanpa kita sadari.
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 35
Orang-orang awam melahap semua itu melalui siaran-siaran radio yang mereka pancarkan dan buku-buku serta koran-koran yang mereka sebarkan.
Hal ini merupakan bahaya besar yang dapat me-nerkam setiap orang jahil yang tidak punya tameng ilmu untuk menangkis syubhat-syubhat tersebut. Bisa saja hatinya terkena syubhat-syubhat itu. Lalu ia akan sulit melepaskan diri darinya. Jika syubhat yang disebarkan oleh juru dakwah, kaum fasik dan orang-orang yang punya maksud jelek serta para ahli bid’ah melalui siaran-siaran dan buku-buku ini menimpa seseorang maka tidak akan selamat darinya kecuali orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sehingga ia dapat membantahnya dan menjelaskan kesesatan-kesesatan yang terdapat di dalamnya kepada orang lain.
8-Berteman Dengan Anak-anak Nakal
Termasuk fitnah pada zaman ini yang tidak kalah berbahaya adalah teman-teman yang nakal. Seorang insan bisa saja terpengaruh oleh temannya, ayahnya, saudaranya atau sahabatnya. Sehingga ia berbuat seperti tingkah laku teman-temannya itu. Sementara teman-temannya itu adalah anak-anak nakal yang selalu mengajaknya berbuat maksiat dan menjauhkannya dari ketaatan. Jelas, berteman dengan anak-anak nakal ini merupakan fitnah (bahaya) yang sangat besar.
Jalan yang harus ditempuh seseorang untuk mele-paskan dirinya dari bahaya ini adalah senantiasa bersabar
36 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
dan terus memperteguh kesabarannya. Memegang teguh kebenaran walau bagaimana pun kondisinya. Hendaklah kamu bersabar apabila teman sekelasmu atau kawan sekantormu seorang yang fasik dan suka berbuat maksiat, lalu mengejekmu karena kamu meninggikan kain celanamu sementara ia musbil (melabuhkannya hingga melebihi mata kaki), atau menge-jekmu karena kamu memanjangkan jenggot sementara ia mencukurnya, atau mengejekmu karena kamu bersikap zuhud, wara’, selalu menjaga shalat lima waktu berjama’ah, tidak menonton film dan tidak mendengar-kan musik. Bahkan kadang kala ia mengajakmu untuk meninggalkan ketaatan-ketaatan tersebut dan merayumu untuk menyertainya berbuat maksiat dan kemungkaran. Jika demikian kondisinya, hendaklah kamu bersabar dan jangan sekali-kali terpedaya dengannya. Semoga Allah Ta'ala memberikan jalan keluar bagimu. Karena teman-teman yang fasik itu -siapapun orangnya- memang sangat besar bahayanya, dia itu saudara, ayah, anak, teman, guru atau yang lainnya.
Oleh sebab itu pula kamu harus ekstra hati-hati karena ucapan mereka sangat besar pengaruhnya. Seorang insan yang diberi karunia ilmu pengetahuan meyakini bahwa ia berada di atas kebenaran pasti tidak akan terpedaya dan condong kepada mereka.
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 37
BAGAIMANA SOLUSINYA?
anyak sekali jalan keluar dari fitnah dan kemung-karan yang menghadang kaum muslimin pada zaman ini yang tidak mungkin disebutkan satu per satu di sini. Namun kita akan sebutkan satu di antaranya, yang merupakan solusi utama dan asas dalam menanggulanginya. Siapa saja yang menemui jalan ini ia pasti termasuk orang-orang yang selamat dengan izin Allah Ta'ala. B
Jalan itu adalah menuntut ilmu!
Ilmu merupakan jalan keselamatan dari fitnah-fitnah tersebut. Yaitu ilmu yang benar sebagai faktor utama penjamin keselamatannya dari fitnah. Setiap orang yang mendapat karunia ilmu maka ia berada di bawah naungan cahaya terang yang berfungsi sebagai alat untuk mengetahui cara selamat dari kebinasaan.
Ilmu yang dimaksud di sini adalah ma’rifatullah (mengenal Allah Ι dengan dalil-dalil), memahami syariat-Nya, hak-hak-Nya, hukum-hukum-Nya, janji-janji serta ancaman siksa-Nya. Pertama kali camkanlah bahwa engkau adalah
38 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
hamba Allah. Engkau tidak diciptakan-Nya secara sia-sia. Ketahuilah bahwa Dia-lah Rabb yang telah menciptakan engkau, dan Dia-lah yang mengatur engkau. Renungilah hal itu dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya baik yang tersirat maupun yang tersurat. Yakinilah bahwa Dialah Allah yang mengatur dan memiliki engkau, yang telah men-curahkan nikmat-nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada engkau.
Dan ketahuilah bahwa engkau hanyalah seorang makhluk. Milik Sang Pencipta dan Pemberi rezeki. Eng-kau sangat membutuhkan-Nya setiap saat. Dan engkau telah menikmati nikmat-nikmat-Nya yang terus mengalir tanpa henti.
Lalu sadarilah bahwa Allah Ta'ala telah membebani engkau, yaitu dengan perintah dan larangan-Nya. Dia memerintahkan dan mewajibkan engkau beribadah serta melarang dan memperingatkan engkau dari perkara haram supaya dijauhi. Perkara-perkara di atas wajib engkau ketahui. Pelajari dan tekunilah karena hal itu tidaklah sulit, bacalah Al-Qur'an dan kitab-kitab As-Sunnah seperti Shahih Al-Bukhari, Muslim dan lainnya. Di sana pasti engkau dapati pelipur lara dan obat yang manjur untuk setiap penyakit. Di sana juga engkau dapati kewa-jiban-kewajiban ibadah seperti shalat, thaharah (bersuci), dan rukun-rukun Islam lainnya. Di dalamnya juga terdapat keterangan bahwa Allah Ta'ala menjelaskan perkara-perkara mubah yang boleh kita nikmati untuk menyambung hidup, dan juga menje-
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 39
laskan perkara-perkara haram dan sejenisnya.
Jika hal itu sudah engkau fahami, maka selanjutnya ketahuilah bahwa di sana ada pahala dan siksa. Yaitu bilamana seorang hamba menjaga kewajiban-kewajiban ibadah itu, niscaya Allah akan memberinya pahala. Demikian pula bila ia menjauhi perkara haram semata-mata melaksanakan perintah Allah Ta'ala, ia akan diberi oleh-Nya pahala yang besar. Dan sadarilah bahwa jika ia melakukan perkara haram itu atau menganggapnya remeh (menganggapnya hal biasa sehingga dilanggarnya), niscaya Allah akan menyiksanya. Apabila ia meninggalkan kewajiban, maka Allah akan menyiksanya karena itu. Dan siksaan itu ada yang disegerakan ada pula yang ditangguhkan, sebagaimana juga halnya pahala.
Bilamana semua itu telah engkau resapi, apakah engkau masih berbuat durhaka kepada Allah? Apakah engkau masih bisa terkicuh lantas berbuat maksiat? Maka dari itu, pelajarilah aqidah yang benar agar engkau tidak tertipu oleh juru-juru dakwah yang sesat, para ahli bid’ah, mu’tazilah dan lainnya. Ketahuilah bahwa aqidahmu akan senatiasa lurus selama engkau mempelajari aqidah Ahlus Sunnah dan berpegang teguh dengannya. Selanjutnya setelah engkau mengetahui perintah dan larangan Allah Ta'ala, pahala dan siksa-Nya, janganlah sekali-kali engkau terima ajakan yang membuatmu malas beribadah dan menjeru-muskanmu ke dalam perbuatan haram. Anggaplah orang yang mengajak itu sebagai juru-juru kesasatan dan fitnah,
40 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
yang merupakan cobaan Allah Ta'ala terhadap orang-orang jahil.
Mengetahui perkara-perkara tersebut merupakan asas dalam meraih keselamatan. Demikianlah terapi yang sangat gampang dan mudah. Dan alhamdulillah, di negara kita ini sarana dan prasarana menuntut ilmu mudah didapatkan.
Sarana-sarana itu sebagai berikut:
Majlis-majlis ilmu
Banyak sekali majlis-majlis ilmu yang diasuh oleh para alim ulama, mereka membacakan kitab-kitab ilmu di sela-sela waktu kosong. Engkau dapat mempelajari aqidah, hukum, nasihat-nasihat dan ilmu-ilmu lainnya. Jangan terlalu terpaku dengan pelajaranmu di sekolah atau madrasah yang hanya diperoleh dari guru saja. Karena pada umumnya mereka juga tidak memberikan porsi materi pelajaran yang memadai.
Rajin bertanya
Banyak sekali ulama-ulama yang dapat engkau hu-bungi melalui telepon ataupun bertatap muka langsung, supaya engkau dapat memetik ilmu yang bermanfaat dan benar melalui mereka.
Buku-buku yang bermanfat
Banyak sekali buku-buku karangan ahli ilmu yang telah dicetak dan direvisi. Sehingga terjaga keakuratan dan kevalidan penisbatan buku-buku itu kepada penulis aslinya. Mereka adalah ulama pewaris nabi yang dapat dipegang
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 41
ucapannya. Sandaran mereka adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Engkau dapat memiliki buku-buku tersebut dan dapat engkau baca dan telaah. Dan pergunakanlah kitab-kitab syarah yang dapat dipercaya dan steril dari bid’ah-bid’ah untuk membantu memahaminya. Dengan demikian aqidah dan ilmu yang kamu miliki dapat terjaga dan tidak ternodai.
Janganlah engkau campur adukkan ilmu yang benar dengan ilmu yang menyimpang. Sebab di sana banyak sekali beredar buku-buku ahli bid’ah, seperti buku-buku Syi’ah Rafidhah, Al-Asy’ariyah, Mu’tazilah dan lain-lain. Buku-buku tersebut ciri-cirinya sangat jelas, cukup engkau kenali penulisnya, apakah ia seorang syi’i rafidhi (penganut paham Syi’ah Rafidhah), atau seorang mu’tazili, asy’ari atau yang lainnya. Jauhilah buku-buku mereka dan jangan sekali-kali engkau membacanya. Jika engkau tidak mengetahui buku yang harus dibaca, tanyakanlah kepada para ulama, buku apa saja yang harus dibaca dan buku apa saja yang harus dijauhi. Semoga engkau menjadi seorang yang alim tentang Dienullah, insya Allah. Dengan jalur ilmu itulah engkau akan selamat dari segala fitnah dan kehancuran.
42 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
CAMKANLAH NASIHAT INI!
esungguhnya jalan keselamatan hanyalah satu, yaitu jalan Allah yang lurus. Yang telah Allah sebutkan dalam firman-Nya:
َّنَأو اَذه يطارص اميقتسم هوعِبتاَف اَلو اوعِبت َلبُّسلا قرَفتَف مُكِب نع هليِبس مُكلَذ مُكاصو هِب مُكَّلعَل َنوُقتت) 153(
S
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.” (Al-An’am: 153)
Telah dinukil dari sebuah hadits shahih bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan dan ke
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 43
kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda:
ع يتَّلا ُطوُطخْلا هذهو ،ِللها ُليِبس اَذه هِراسيو هِنيمي نِنيطايشلا ُلبس .ىَلاعت ِللها َلوَق َأرَق مُث :)يمرادلاو دحمأ هاور(
“Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan”, kemudian beliau membaca ayat: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.” (HR. Ahmad dan Ad-Darimi)
Sebagian ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma yang menjulur hingga ke tanah. Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui batangnya, niscaya ia akan sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang diinginkannya, artinya ia telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika ia naik melalui pelepah daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru saja ia mencoba merayap naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah, sementara pelepah daun kurma itu adalah jalan-jalan setan. Jalan Allah yang merupakan shiratul mustaqim sangat jelas terlihat.
Sekarang ini kita berada pada zaman serba asing, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits:
44 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
ىبوُطَف ،َأدب امَك ابيِرَغ دوعيسو ابيِرَغ مَلاسِلإْا َأدبِءابرغْلل.) ملسم هاور(
“Dienul Islam itu pada mulanya asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana pada awalnya, maka Thuubaa (kebahagian/Surga bernama thuu-baa) bagi para ghuraba’.” (HR. Muslim)
Ada beberapa riwayat lainnya yang menjelaskan pengertian ghuraba’ sebagai berikut: “Mereka adalah orang-orang yang memelihara agamanya dari fitnah-fitnah.” Setiap kali fitnah datang menimpa harta, diri dan agamanya, ia akan menjauh menyelamatkan diri. Hingga agamanya tetap terjaga. Sebagaimana disebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits:
مُكدحَأ ِلام ريخ َنوُكي ْنَأ كشوي نامزلا ِرخآ يف هنِإ هِنيدِب ُّرفي ِرْطَقْلا عضاومو ِلابِجْلا فعش اهِب عبتتي منَغِنتفْلا نم.
“Pada akhir zaman nanti sebaik-baik harta kalian adalah kambing-kambing yang digembalakannya di puncak-puncak bukit dan tempat-tempat penggem-balaan, menjauhkan diri dari fitnah-fitnah demi menjaga agamanya.”
Orang-orang yang menjaga nilai-nilai agamanya merekalah yang disebut ghuraba’, dan merekalah yang
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 45
mendapat doa dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Berbahagialah para ghuraba’!”
Seorang muslim hanya selamat dengan memegang teguh nilai-nilai agamanya, ia harus mendahulukannya daripada yang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits:
مدَقَف َلامْلا تزواج ْنِإَف ،كَلام مدَقَف ٌةنتف كتتَأ اَذِإكِنيد َنود كسْفن.
“Apabila datang cobaan/fitnah menimpamu, maka korbankan hartamu. Jika tidak dapat diatasi dengan harta, maka korbankanlah dirimu. Jangan sekali-kali kamu korbankan agamamu!”
Camkanlah nasihat tersebut, kami berharap semoga setiap muslim dapat mengembannya dengan sebaik-baiknya. Kita memohon kepada Allah semoga Dia mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat, dan menjadikan kita orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Kita berlindung kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, doa yang tidak dikabulkan. Semoga Allah Ta'ala menunjukkan kebenaran kepada kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk mengikutinya. Dan menampakkan kebatilan kepada kita serta memberikan petunjuk kepada kita untuk menjauhinya. Tidak menjadikannya samar sehingga kita tersesat. Kita memohon kepada Allah Ta'ala semoga Dia mengokohkan agama ini yang merupakan pelindung segala
46 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
urusan kita, dan menghindarkan kita dari fitnah-fitnah yang nyata maupun terselebung. Sesungguhnya Dia Maha Bijak-sana lagi Maha Mengetahui. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, atas keluar-ga dan segenap sahabat beliau.
Malapetaka Akhir Zaman
Dan Cara Mengatasinya
Penerbit:
Penerbit:
YAYASAN AL-SOFWA, Jakarta
PO. BOX 7289 JKSPM 12072 Jakarta
Telp. (021) 78836327 (hunting), Fax. (021) 78836326
Diizinkan untuk menyebarkan ebook ini
Dilarang memperbanyak isi ebook ini tanpa izin tertulis dari penerbit
All Rights Reserved
Hak terjemahan dilindungi undang-undang
DAFTAR ISI
Kata Pengantar Syaikh Abdullah Al-Jibrin 1
Mukaddimah 3
Makna Fitnah 9
Setan dari Kalangan Jin dan Manusia 11
Jenis-jenis Fitnah: 15
* Ajakan Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan
Keyakinan Menyimpang 16
* Ajakan Kepada Perbuatan Maksiat dan Dosa-dosa
yang Besar Maupun yang Kecil 21
1- Menenggak Minuman Keras 23
2- Mendengarkan Alat-alat Musik dan Lagu 25
3- Mengisap Rokok 25
4- Eksploitasi Kaum Wanita 26
5- Fitnah Harta 28
6- Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan 31
7- Promosi-promosi Terselubung 35
8- Bergaul Dengan Anak-anak Nakal 36
Bagaimana Solusinya? 38
Camkanlah Nasihat Ini! 43
KATA PENGANTAR SYAIKH ABDULLAH BIN ABDURRAHMAN AL-JIBRIN
egala puji hanya bagi Allah Rabb alam semesta. Kesudahan yang baik hanya bagi orang-orang yang bertakwa dan tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zhalim. Aku bersaksi tiada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap para sahabat beliau. S
Wa ba’du,
Suatu kali saya pernah menyampaikan sebuah mu-hadharah (ceramah) sederhana tanpa persiapan matang,
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 1
dalam ceramah tersebut saya sebutkan beberapa fitnah (malapetaka) yang banyak tersebar pada zaman ini. Sekaligus menjelaskan bahayanya dan cara menanggu-langinya. Ceramah tersebut direkam dalam pita kaset dan disalin ulang oleh sebagian ikhwan. Mereka berhasrat untuk menyebarkannya. Saya pun menyetujuinya tapi dengan catatan bahwa ceramah yang saya sampaikan ketika itu tanpa persiapan matang, jadi wajar bila saya tidak dapat memaparkan seluruh dalil dan keterangan-keterangan yang berkaitan dengan topik pembicaraan. Dan juga terdapat beberapa kalimat yang kurang sempurna, namun tujuan umum dan maksud utamanya tetap tercantum dan disebutkan. Hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , atas seluruh keluarga dan sahabat-sahabat beliau.
Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
2 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
MUKADDIMAH
esungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari Kemudian kelak. Amma ba’du:1 S
1 Risalah ini pada asalnya adalah muhadarah (ceramah) yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin di salah satu masjid. Beliau telah memberiku izin untuk menyalinnya dan merevisinya serta mencetaknya, hal itu tentu setelah dikoreksi ulang oleh beliau. Beliau juga menambahkan beberapa catatan penting. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan dan semoga risalah sederhana ini dapat bermanfaat bagi
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 3
Allah Ta’ala berfirman:
لما) 1 (بِسحَأ سانلا ْنَأ اوُكرتي ْنَأ اوُلوُقي انمآ مهو اَل َنونتْفي) 2 (دَقَلو انتَف نيذَّلا نم مِهلبَق نمَلعيَلَف هَّللا نيذَّلا اوُقدص نمَلعيَلو ينِبذاَكْلا )3(
“Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah menge-tahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita semua tentang fitnah-fitnah (malapetaka) yang bakal terjadi. Dan juga menjelaskan jalan selamat darinya, yaitu berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
segenap kaum muslimin yang membacanya. Dan semoga Allah membalas kebaikan bagi semua pihak yang membantu terbitnya risalah ini, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. (Abu Anas).
4 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
نتف ُنوُكتس اهنِإ َلاَأ .تْلُقَف : َلوسر اي اهنم جرخمْلا امَلاَق ؟ِللها : باتك مُكدعب ام ربخو مُكَلبَق نم ُأبن هيف ِللهاِلزهْلاِب سيَل ُلصَفْلا وهو ،مُكنيب ام مَكحو . هَكرت نم هَّلضَأ هِريَغ نم ىدهْلا ىغتبا نمو ،ُللها همصَق ٍرابج نمو ،نيتمْلا ِللها ُلبح وهو ،ُللها وهو ،ميكحْلا ركاَّذلا وهميقتسمْلا ُطارصلا .)يذمرتلاو دحمأ ماملإا هاور(
“Ketahuilah bahwasanya bakal terjadi fitnah-fitnah (malapetaka)!” Kami bertanya: “Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Berpegang teguh dengan Kitabullah, sebab di dalamnya disebutkan sejarah orang-orang sebelum kalian, dan khabar tentang yang akan datang setelah kalian, dan di dalamnya juga terdapat hukum terhadap perselisihan di antara kalian. Ia adalah pemisah antara hak dan bathil, dan sekali-kali bukanlah senda gurau. Barangsiapa mening-galkannya karena keangkuhan, niscaya Allah akan membinasakannya. Dan barangsiapa mencari petunjuk dari selainnya, niscaya Allah akan menye-satkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh. Dan ia adalah bacaan yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan Allah yang lurus.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 5
Pada hari ini kita berada dalam kancah peperangan melawan fitnah (cobaan dan godaan) yang sangat besar. Fitnah bagaikan potongan malam kelam. Harta adalah fitnah (cobaan), anak-anak adalah fitnah (cobaan), wanita adalah fitnah (godaan), bercampur baur dengan orang-orang kafir dan munafik adalah fitnah (bencana), ajakan kepada kebatilan dan menjauhi kebe-naran adalah fitnah (malapetaka), teman pergaulan yang jahat adalah fitnah (bencana), seruan kepada perkara sia-sia, sesat dan batil adalah fitnah (bencana). Dan masih banyak lagi yang lain.
Ketika seorang insan jatuh terperosok ke dalam bahaya dan musibah, maka dihadapannya ada dua pilihan:
1- Ia segera mencari jalan-jalan keselamatan dan berusaha mengeluarkan diri dari musibah tersebut hingga ia bisa selamat. Tidak syak lagi hal ini merupakan keharusan yang harus ditempuh bagi orang yang berakal.
2- Atau ia hanya bisa pasrah menerima dan membiarkan dirinya binasa. Ini adalah tindakan orang bodoh yang pasrah dan tidak mencari jalan selamat.
Fitnah-fitnah sudah begitu banyak pada zaman sekarang ini. Gelombangnya sudah saling berbenturan dengan berbagai bentuk kejahatan. Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati darinya dengan sungguh-sungguh berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam.
Dan hendaknya ia juga waspada agar tidak menjadi penebar fitnah (bencana) atau mendatangi atau condong
6 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
kepadanya, sehingga ia terjebak di dalamnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
اهيف مئاَقْلاو ،ِمئاَقْلا نم ريخ اهيف دعاَقْلا نتف ُنوُكتس نمو ،يعاسلا نم ريخ يشامْلاو ،يشامْلا نم ريخهُفرشتست اهَل فرشت .)فتمهيلع ق(
“Bakal terjadi fitnah (pertumpahan darah), orang yang duduk ketika itu lebih baik daripada orang yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Dan barangsiapa melibatkan diri ke dalamnya niscaya ia akan terseret ke dalamnya.” (Muttafaq 'alaih)
Kita semua, baik rakyat maupun penguasa, ulama maupun orang awam, hendaknya saling bahu membahu memadamkan api fitnah dengan berbagai corak tersebut. Dengan cara yang penuh hikmah dan nasihat yang baik. Jika hal itu tidak kita lakukan, maka akibatnya akan sangat berbahaya dan kesudahannya akan sangat menyakitkan. Allah berfirman:
اوُقتاو ًةنتف اَل نبيصت نيذَّلا اومَلَظ مُكنم ًةصاخ اومَلعاو َّنَأ هَّللا ديدش ِباَقعْلا) 25(
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 7
tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25)
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dunia ini ada-lah batu ujian dan cobaan. Allah berfirman:
مُكوُلبيل مُكُّيَأ نسحَأ اًلمع
“Agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Huud: 7)
Dan bahwasanya kampung akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Orang yang berbahagia adalah yang diselamatkan Allah dari fitnah-fitnah (bencana-bencana). Dan orang yang celaka adalah yang terseret ke dalamnya dan menjadi penyeru kepadanya. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua.
Risalah yang sederhana ini menyebutkan dengan ringkas beberapa fitnah-fitnah yang banyak bersebaran pada zaman sekarang ini dan banyak menimpa kaum muslimin. Mudah-mudahan bermanfaat bagi orang yang ingin memetik faidah dan menjadi peringatan bagi para pencari ibrah (pelajaran). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
8 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
MAKNA FITNAH
Fitnah adalah cobaan dan ujian.
Dosa syirik disebut fitnah dan kekufuran juga disebut fitnah. Allah berfirman dalam kitab-Nya:
مهوُلتاَقو ىتح اَل َنوُكت ٌةنتف
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi.” (Al-Baqarah: 193)
Yaitu sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran.
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَلو تَلخد مِهيَلع نم اهِراَطْقَأ ُثم اوُلئس َةنتفْلا اهوتآَل امو اوُثبَلت اهِب اَّلِإ ايرِسي) 14(
“Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, ke-mudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya.” (Al-Ahzab: 14)
Namun istilah fitnah lebih banyak diucapkan untuk sesuatu berupa bala dan cobaan yang kerap kali memperdaya
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 9
dan menyimpangkan banyak orang dari jalan yang lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya mereka larut bersama bala dan cobaan tersebut. Itulah cobaan dan bala yang menye-satkan yang sangat dikhawatirkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas umatnya. Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda:
حبصي ِملْظمْلا ِليَّللا ِعْطَقَك نتف ةعاسلا يدي نيب َّنِإ حبصيو انمؤم يِسميو ارفاَك يِسميو انمؤم ُلجرلااينُّدلا نم ٍضرعِب هنيد عيِبي ،ارفاَك.) هجام نباو دواد وبأ هاور(
“Menjelang hari Kiamat nanti bakal terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore harinya, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Maknanya apabila fitnah tersebut telah menimpa seseorang, ia akan terpedaya dan selanjutnya sesat serta menyimpang dari kebenaran dan petunjuk, ia menjual agamanya dengan materi dunia! Fitnah-fitnah seperti ini telah banyak kita saksikan pada hari ini. Oleh karena itu yang dapat bertahan dan sabar dalam menghadapinya hanyalah orang-orang yang diteguhkan Allah dan diberi-Nya karunia ilmu dan pengetahuan.
10 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
SETAN-SETAN DARI KALANGAN JIN DAN MANUSIA
etan telah meyakini bahwa dirinya telah binasa. Bahwa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh karena itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar mereka bisa masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan setan bersumpah untuk melakukan tekadnya itu. Allah Ta’ala berfirman: S
َلاَق كتزعِبَف مهنيِوْغُأَل ينعمجَأ) 82 (اَّلِإ كدابع مهنم ينصَلخمْلا) 83(
“Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (Shad: 82-83)
Allah juga mengabarkan bahwa di kalangan manusia juga ada yang berperan sebagai setan. Allah Ta’ala
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 11
berfirman:
كلَذَكو انْلعج ِّلُكل يِبن اودع ينطايش ِسنِإْلا نِجْلاو
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin.” (Al-An’am: 112)
Cobalah perhatikan, Allah Ta’ala mendahulukan penyebutan setan dari jenis manusia sebelum penyebutan setan dari jenis jin! Sebab setan jenis manusia itulah yang mengajak kepada apa yang diserukan oleh setan jenis jin. Mereka mengajak kepada kekufuran, bid’ah dan maksiat, yang mana hal itu merupakan seruan setan. Alim ulama menjelaskan bahwa setan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan dosa, mulai dari dosa yang paling besar sampai dosa yang kecil. Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab Al-Bada’iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai berikut: “Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya.
• Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.
• Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat bid’ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya, maka setan
12 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
akan membuat bid’ah itu indah di matanya hingga dia rela dan setan pun membuatnya puas dengan bid’ah itu.
• Jika tidak berhasil juga, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa besar.
• Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.
• Jika ternyata tidak berhasil juga, setan akan menyi-bukkannya dengan perkara-perkara mubah hingga ia lupa beribadah.
• Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.
• Jika gagal juga, maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang selamat darinya hingga para nabi dan rasul sekalipun. Yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh de-ngan agamanya.
Oleh sebab itu kita temui setan-setan jenis manusia ada juga yang menyeru kepada kekufuran, syirik, mengajak orang berbuat dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Jika tidak mampu, mereka akan membuat orang lalai dengan perkara-perkara mubah. Jika masih juga gagal, maka mereka memalingkan orang dari amal yang terpenting kepada amal yang kurang penting. Jika ternyata gagal, maka tidak ada jalan lain kecuali mengganggu dengan lisan, dengan tangan atau dengan gangguan model apa saja!
Maka seorang insan seharusnya tetap waspada dan
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 13
menjauhkan diri dari setan-setan baik dari jenis jin maupun manusia.
14 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
JENIS-JENIS FITNAH
endaknya setiap muslim harus mengetahui jenis-jenis fitnah, agar ia dapat berjalan di atas ilmu dan keterangan yang nyata, dan hingga ia tidak terkicuh, terutama bagi para pemuda. Sebab jika Allah tidak memberinya akal yang cemerlang dan sikap santun serta pemahaman dan pengetahuan yang cukup mengenai fitnah ini, niscaya banyak di antara mereka yang terkicuh dengan tipu daya setan. Dengan mudah ia akan mengikuti setiap ajakan setan. Maka dari itu, kita harus menyebutkan beberapa bentuk dan beberapa jenis fitnah pada zaman sekarang ini. Sebagaimana yang dimaklumi bersama, bahwa juru fitnah (kesesatan) tidak terang-terangan mengajak orang kepadanya. Namun ia mengajak melalui corong-corongnya, para penyebar dan para penyeru kepadanya. Merekalah yang disebut sebagai da’i-da’i penyebar kesesatan. H
Fitnah ada dua jenis:
Pertama: Penyeru kepada syirik, kekufuran, kese-satan dan penyebar aqidah menyimpang.
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 15
Kedua: Penyeru kepada perbuatan dosa dan mak-siat, baik dosa besar maupun dosa kecil.
Akan kita sebutkan satu per satu dengan ringkas dan gamblang supaya menjadi peringatan dan penjelasan. Sebab sangat disayangkan sekali risalah sederhana ini tidak cukup memuat seluruhnya.
Jenis Pertama: Penyeru Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan Penyebar Aqidah Menyimpang
Sesungguhnya merupakan fitnah zaman sekarang adalah merebaknya ajakan kepada perbuatan syirik, kufur dan sesat serta menyebarnya aqidah-aqidah yang menyimpang di mana-mana. Sudah barang tentu Allah Ta'ala telah meletakkan fitrah pada diri manusia untuk mengenal-Nya. Dan untuk mengakui-Nya sebagai Rabb dan ilaah (sesembahan). Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:
مقَأَف كهجو ِنيدلل اًفيِنح ترْطف هَّللا يتَّلا رَطَف سانلا اهيَلع اَل َليدبت ِقْلخل هَّللا كلَذ نيدلا ميَقْلا نكَلو رَثْكَأ ِسانلا اَل َنومَلعي) 30(
“(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah mencip-takan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
16 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
(Ar-Rum: 30)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga telah menegaskan hal itu dalam sabdanya:
دَلوي دوُلوم ُّلُك هِنارصني وَأ هِنادوهي هاوبَأَف ،ةرْطفْلا ىَلع ْله ،َءاعمج ًةميِهب ُةميِهبْلا جتنت امَك ،هِناسجمي وَأَءاعدج نم اهيف َنوُّسحت .)هيلع قفتم(
“Setiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah (muslim muwahhid), namun kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana seekor hewan melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, adakah kamu dapati cacat padanya.” (Muttafaq 'alaih)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa seorang insan lahir ke dunia dalam keadaan yang sempurna, siap menerima kebaikan. Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, niscaya ia dapat mengenali Rabbnya. Ia akan mengetahui apa yang diperintahkan kepadanya, serta menyadari bahwa ia tidak dibiarkan begitu saja. Ia dibebani tanggung jawab dan kewajiban. Akan tetapi di sekitarnya ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ada yang baik, yang akan menghidupkan fitrah dan nalurinya. Dan ada yang buruk, yang membelokkannya dari aqidah yang benar, hingga terjerumus dalam aqidah-aqidah sesat. Faktor berpengaruh tersebut bisa jadi dari orang tuanya sendiri dan bisa jadi dari
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 17
guru atau orang lain.
Fitnah semacam ini bergerak mengajak orang kepada kesesatan dan kemaksiatan. Dengan ajakan seperti ini dan dengan metode yang penuh tipu daya tersebarlah berbagai macam kemaksiatan secara otomatis semakin banyak pula orang-orang yang mempromosikannya. Coba lihat, betapa banyak penyeru kepada kekufuran, kebatilan dan kesesatan.
Tidak syak lagi, bahwasanya siapa saja yang meng-gandrungi sebuah keyakinan, menyenanginya dan mera-sa puas dengannya, pasti senang bila keyakinan seperti itu semakin banyak penganutnya dan tersebar luas. Ia akan segera menawarkan keyakinan itu kepada orang lain dan berusaha agar orang lain menyukainya dan memandangnya bagus. Tanpa ambil peduli dengan kesalahan dan kesesatan yang ada padanya. Sebagai contoh, kita meyakini kesesatan kaum Nasrani, Yahudi dan Majusi, siapa saja yang mempelajari dan mengetahui keyakinan mereka pasti yakin bahwa mereka jauh dari kebenaran. Walaupun begitu mereka meyakini bahwa mereka berada di atas kebenaran. Oleh sebab itu mere-ka berusaha sekuat tenaga menyebarkan keyakinan mereka melalui berbagai media. Dan menyebarkan juru-juru dakwah yang mereka namakan missionaris, namun pada hakikatnya mereka adalah penginjil dan penyebar kesesatan. Mereka ini adalah fitnah terbesar, yang mana mereka telah berhasil menyesatkan banyak orang. Hanya orang-orang yang diselamatkan Allah Ta'ala saja yang terhindar dari bahaya mereka para missionaris dan
18 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
penginjil itu. Allah Ta'ala menjadikan mereka sebagai batu ujian dan cobaan bagi umat manusia. Namun di balik itu semua ada hikmah yang besar dan bukti yang terang.
Termasuk fitnah yang tersebar pada hari ini adalah ajakan-ajakan kepada aqidah yang sesat. Siapa saja yang meyakini sebuah aqidah sesat, maka aqidah itu akan menjadi kepercayaannya. Ia akan menyeru kepadanya dan meng-angkat juru-juru dakwah untuk menyebarkannya. Dan rela mengeluarkan hartanya untuk itu sekalipun aqidah itu batil dan jauh dari kebenaran. Namun setan membutatulikan mata hatinya sehingga merasa dirinyalah yang benar dan memandang salah orang-orang yang menyelisihinya.
Lihat saja, setiap ahli bid’ah pasti mengajak orang kepada bid’ahnya. Sebagai contoh kaum Syi’ah Rafidhah, ajaran mereka telah tersebar luas di beberapa negeri Islam. Padahal jika engkau menilik keyakinan mereka, pasti engkau dapati sangat jauh dari kebenaran. Jika engkau membaca buku-buku mereka, pasti engkau akan terhenyak kaget melihat kisah-kisah khurafat dan dusta bertebaran di sana-sini.
Walau demikian, mereka bersungguh-sungguh dalam menyebarkan aqidah sesat tersebut. Bukan itu saja, bahkan mereka rela mengeluarkan harta yang berlimpah demi menjerat orang-orang jahil dan bodoh ke dalamnya. Jarang orang yang selamat jika sudah terperangkap jerat aqidah tersebut. Wal ‘Iyadzubillah
Setan menutup mata mereka sehingga mereka merasa
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 19
berada di pihak yang benar. Lalu mereka pun berusaha memperdaya orang lain supaya meyakini merekalah golongan yang benar, selain mereka adalah ahli bathil. Ternyata banyak sekali orang-orang jahil dan terbelakang yang terkicuh dengan cara-cara mereka itu. Mereka menampakkan kelembutan, kerendahan hati dan ketawa-dhu’an namun di balik itu mereka berusaha menyeret orang ke dalam aqidah mereka yang sesat. Fitnah kelompok Syi’ah Rafidhah ini sudah sedemikian besar dan parah, kita memohon kepada Allah Ta'ala semoga kaum muslimin terhindar dari kejahatan dan bahaya mereka.
Selain itu banyak pula kelompok-kelompok me-nyimpang lainnya. Misalnya kelompok Khawarij yang juga merupakan ancaman serius. Mereka masih tetap bergen-tayangan di beberapa negeri. Yang membuat api fitnah semakin marak.
Demikian pula kaum sufi, kaum ahli bid’ah yang mentakwil secara bathil sifat-sifat Allah. Mereka juga merupakan pemicu fitnah. Mereka ini menyebar di berbagai belahan dunia. Dan masih banyak lagi kelompok-kelompok menyimpang lainnya.
Maka sudah seyogyanya seorang insan berpegang teguh kepada al-Haq dan benar-benar meyakininya. Dan benar-benar bersandar kepada dalil-dalilnya. Serta menjauhkan diri dari juru-juru fitnah dan kesesatan tersebut. Jangan sekali-kali ia mendengar ajakan dan promosi mereka. Sekalipun ia seorang yang berilmu. Sebab keyakinan-
20 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
keyakinan sesat itu ibarat racun dalam lemak. Kelihatannya enak, menarik minat untuk memakannya namun di balik itu adalah racun mematikan.
Tujuan kami menyebutkan oknum-oknum juru dakwah yang menyesatkan serta bid’ah-bid’ah mereka adalah sebagai peringatan bagi setiap muslim dari bahaya mereka dan bahaya bid’ah yang mereka serukan. Dan supaya kaum muslimin tidak bertumpu kepada mereka. Hendaklah selalu waspada dan berhati-hati terhadap setiap orang yang mengajak kepada kekufuran, syirik, bid’ah dan kesesatan.
Jenis Kedua: Penyeru Kepada Maksiat dan Dosa yang Besar Maupun Kecil
Oknum-oknum yang mengajak berbuat maksiat dan dosa yang besar maupun kecil sangat banyak berke-liaran pada zaman sekarang ini, semoga Allah Ta'ala tidak memperbanyak jumlah mereka. Banyak sekali fitnah dan musibah akibat kejahatan mereka. Mereka masuk ke mana-mana, di kalangan kaum Yahudi terdapat penyeru kepada maksiat, demikian pula halnya di kalangan kaum Nasrani, kaum musyrikin, kaum mulhidin kaum komunis, bahkan di kalangan kaum muslimin dan lebih khusus lagi di kalangan Ahlus Sunnah terdapat penyeru kepada maksiat. Demikian pula di kalangan kaum Syi’ah Rafidhah, Mu’tazilah dan kelompok-kelompok bid’ah lainnya, di kalangan mereka terdapat penyeru kepada maksiat.
Penyeru kepada maksiat lebih dominan daripada yang
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 21
lain. Bencana yang mereka timbulkan juga lebih besar. Tidak ada jalan alternatif lain bagi seorang muslim untuk menyelamatkan dirinya dari bencana tersebut kecuali dengan menyadari bahwa Allah Ta'ala telah mengharamkan segala perbuatan maksiat. Dan hendaknya ia mengetahui bahwa oknum-oknum yang mengajak berbuat maksiat pada hakikatnya mengajak supaya orang lain meniru mereka.
Tidak syak lagi, Allah Ta'ala telah menjelaskan perkara yang halal dan perkara yang haram. Dan telah menetapkan sanksi dan hukuman atas perbuatan haram dan mengancam pelakunya dengan siksaan yang pedih. Di samping itu Allah Ta'ala menganjurkan hamba-Nya berbuat taat dan berpegang teguh dengannya serta selalu mengerjakan amal-amal kebaikan. Dan Dia telah menjanjikan pahala yang besar bagi yang mengamalkannya. Namun meski demikian, oknum-oknum yang menggandrungi perbuatan dosa dan maksiat itu tetap ngotot menyebarkannya.
Jika hati bertanya, apa yang mereka inginkan di balik maksiat dan dosa yang mereka sebarkan ke mana-mana? Bukankah mereka mengetahui bahwa Allah telah meng-haramkannya? Bukankah mereka juga menyadari bahwa Allah Ta'ala akan mengazab orang-orang yang berbuat maksiat? Lalu apa yang mereka inginkan?
Jawabnya: Itulah fitnah dan bala zaman sekarang! Allah Ι menguji hamba-hamba-Nya dengan fitnah tersebut. Barangsiapa selamat berarti merekalah orang-orang yang dikehendaki baik oleh Allah Ta'ala. Barangsiapa binasa,
22 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
maka merekalah orang-orang yang dikehendaki sesat oleh-Nya. Wal ‘Iyadzubillah
Sebagai keterangan tentang fitnah dan bahaya para penyeru kepada maksiat, kami akan menyebutkan beberapa contoh orang-orang yang mengajak berbuat maksiat dan seruan yang mereka teriakkan. Sehingga seorang muslim dapat berjalan dengan penuh kewaspadaan terhadap mereka dan pengaruh mereka. Kami akan menyebutkan beberapa maksiat yang sudah umum dan merata di tengah-tengah umat. Menyinggung sekilas tentang bahayanya dan tidak memerincinya lebih mendalam. Sebab buku kecil ini tidak cukup untuk memuatnya.
1-Menenggak Minuman Keras
Meminum minuman keras termasuk fitnah (ke-mungkaran) besar yang banyak menimpa para pemuda Islam sekarang ini. Tidak hanya sebatas menenggaknya saja, bahkan mereka juga mengajak orang lain kepada kemungkaran yang besar ini. Setiap orang yang kecanduan minuman keras, pasti mengajak orang lain untuk mencicipinya. Sebab ia sudah terlanjur sayang dan suka serta menggandrunginya, karena itulah ia ingin agar semakin banyak orang yang mengikuti dan membantunya. Sehingga tidak ada orang yang mencegahnya. Ia akan berkata kepada orang yang mendakwahinya: “Mengapa Anda terlalu pelit terhadap diri sendiri? Mengapa Anda tidak ikut bersenang-senang menikmati kelezatan ini? Demikianlah ia terus merayu sehingga orang-orang yang jahil akan terperosok ke
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 23
dalam perbuatan maksiat itu! Dan bila sudah jatuh ke dalamnya, ia akan terjerat sehingga sangat sulit untuk melepaskan diri. Jatuhlah ia ke dalam kemungkaran yang besar, yaitu meminum minuman keras. Allah Ta'ala berfirman:
اي اهُّيَأ نيذَّلا اونمآ امنِإ رمخْلا رِسيمْلاو باصنَأْلاو ماَلزَأْلاو سجِر نم ِلمع ناَطيشلا هوبِنتجاَف مُكَّلعَل َنوحلْفت) 90 (ِإامن ديِري ُناَطيشلا ْنَأ عقوي مُكنيب َةوادعْلا َءاضغبْلاو يف ِرمخْلا ِرِسيمْلاو مُكدصيو نع ِرْكذ هَّللا ِنعو ةاَلصلا ْلهَف متنَأ َنوهتنم) 91(
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al-Ma’idah: 90-91)
24 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
2-Mendengarkan Lagu dan Alat-alat Musik
Termasuk fitnah (kemungkaran) yang banyak ter-sebar pada zaman sekarang adalah mendengarkan nyanyian dan alat-alat musik. Orang-orang yang kecanduan alat-alat musik dan hobi mendengarkan musik, lagu dan sejenisnya suka jika semakin banyak orang yang mempunyai kegemaran seperti mereka. Oleh sebab itu, pecandu musik dan lagu tahu jika kita semua menentang mereka, maka kita akan mengekang mereka, menyusahkan dan merendahkan mereka. Sehingga dengan itu mereka akan rendah dan hina serta tidak dapat memuaskan dirinya dan menampakkan serta mempromosikan kehendak syahwatnya.
Bilamana banyak orang-orang yang mendukung mereka dan banyak pula orang-orang yang meniru, membantu dan mengikuti mereka, maka dengan leluasa mereka membuka tempat-tempat hiburan, night club, music house, kafe-kafe, diskotik-diskotik, tempat-tempat karaoke dan lainnya. Mereka pun mengajak orang lain ke tempat itu. Pengaruh mereka terhadap orang-orang jahil adalah cobaan dan bala’. Dengan cobaan itu Allah meneguhkan orang-orang yang berakal dan menyesatkan orang-orang jahil dan menyimpang.
3-Mengisap Rokok
Mengisap rokok termasuk fitnah (wabah) besar yang pada hari ini tidak ada satupun rumah yang selamat dari asapnya! Kecanduan mengisap rokok telah melanda setiap
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 25
lapisan baik orang dewasa maupun anak kecil, pria maupun wanita. Bukan sebatas itu saja, ternyata banyak juga oknum-oknum yang menyeru kepada wabah rokok yang lebih tepat disebut penyakit dan bala’!
Mengapa!
Sebab para perokok ingin agar semakin banyak orang yang kecanduan rokok. Sehingga tidak ada lagi orang yang berusaha mencegahnya. Ajakan para pengisap rokok ini termasuk fitnah. Bila ia melihat seorang jahil, ia akan berusaha mempengaruhinya supaya merokok. Termasuk di antaranya beberapa orang yang terpengaruh merokok melalui teman-temannya yang candu merokok. Ia terpengaruh dengan jumlah mereka yang banyak tanpa melihat kepicikan dan kedangkalan akal dan faham para perokok itu. Lama-kelamaan ia akan mengikuti kebiasaan mereka. Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya Dia akan melindungi serta menjauhkannya dari pergaulan anak-anak nakal tersebut. Dan barangsiapa dipengaruhi mere-ka, maka hendaklah berhati-hati dan waspada terhadap ajakan dan seruan mereka. Sebab bahaya ini (bahaya mengisap rokok) telah merata di mana-mana dan telah meminta banyak korban.
4-Eksploitasi Kaum Wanita
Termasuk dalam deretan fitnah zaman sekarang adalah eksploitasi kaum wanita.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
26 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
mengabarkan bahwa wanita itu adalah salah satu fitnah yang terbesar. Beliau bersabda:
َليئارسِإ يِنب ةنتف َلوَأ َّنِإَف ،َءاسنلا اوُقتاو اينُّدلا اوُقتاِءاسنلا يف تناَك .)ملسم هاور(
“Berhati-hatilah dari godaan dunia dan waspadai-lah rayuan kaum wanita, sebab fitnah pertama kali yang menimpa bani Israil adalah fitnah wanita.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut wanita sebagai fitnah (sumber godaan). Dan rasul juga telah mengabarkan bahwa bani Israil tersesat karena fitnah (godaan) wanita.
Pada zaman sekarang ini eksploitasi kaum wanita banyak tersebar di mana-mana. Mayoritas kaum hawa itu berani bersolek dan menampakkan lekuk tubuh mereka di pasar dan di jalan-jalan. Memamerkan segala macam asesioris dan perhiasannya.
Barangsiapa yang Allah kehendaki terkena godaan, maka ia akan menyorotkan matanya atau melirikkan pandangannya kepada mereka (kaum wanita itu). Hingga dikhawatirkan ia akan terkena godaan daya tarik wanita itu dan terpedaya lantas timbul syahwat terlarang yang mendorongnya berbuat apa yang diharamkan Allah Ta'ala, yaitu berzina! Atau pengantar kepada zina (seperti berdua-duan tanpa mahram, berpacaran dan lain-lain-pent).
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 27
Memang, wanita adalah godaan yang paling besar!
Termasuk di antaranya eksploitasi kaum wanita melalui film-film. Ini merupakan musibah dan malapetaka besar.
Demikian pula foto-foto mereka di majalah, koran-koran dan sampul barang-barang tertentu. Mereka sengaja memilih wanita-wanita cantik agar menarik minat orang, khususnya para pemuda. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah munculnya foto-foto mereka dalam keadaan bugil atau setengah bugil yang diproduksi dengan kamera-kamera canggih dan ditebar dengan parabola. Nas`alullah al-‘afiyah was salaamah
Tidak diragukan lagi hal itu termasuk bencana ter-besar pada zaman sekarang ini. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. Barangsiapa mensucikan dirinya, pandangannya tidak akan tertuju kepada perkara haram itu. Dan tidak akan menuruti kehendak syahwat dalam hatinya kepada wanita-wanita itu. Barangsiapa dipelihara dan dijaga oleh Allah Ta'ala, niscaya Dia akan menjauhkannya dari fitnah tersebut. Dan niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang Allah Ι kehendaki kebaikan bagi diri mereka.
5-Fitnah Harta
Termasuk fitnah pada zaman ini adalah harta benda dunia yang banyak menguasai hati manusia. Sehingga mereka lebih mengutamakan dan mengedepankannya
28 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
daripada menunaikan hak-hak Allah Ta'ala. Mereka tidak peduli dengan cara apa memperoleh harta benda itu, dengan yang halal atau yang haram.
Ini termasuk bencana yang sudah merata. Banyak juga oknum-oknum yang mengajak berbuat demikian. Adapun faktor pendorongnya adalah hawa nafsu yang diciptakan untuk selalu mencintai harta benda. Akibatnya, banyak sekali orang yang terperosok ke dalam perbuatan haram. Pada hari ini banyak ditemukan orang-orang yang berbangga-bangga dengan harta yang banyak. Allah Ta'ala berfirman:
َأمُكاهْل رُثاَكتلا) 1(
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (At-Takatsur: 1)
اوُلاَقو نحن رَثْكَأ اًلاومَأ اداَلوَأو امو نحن ينِبَّذعمِب )35(
“Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mem-punyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab”. (Saba’: 35)
Betapa banyak orang-orang yang tergoda dengan harta benda dunia. Dan betapa banyak pula orang-orang yang bertanya-tanya bagaimana si Fulan dapat mengumpulkan harta sebanyak itu hingga ia menjadi orang kaya dan dapat
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 29
membangun istana-istana, memiliki ini dan itu di dalam dan luar negeri? Hingga ia pun berangan-angan dan akhirnya condong kepada harta dunia.
Dan betapa banyak pula orang yang terpedaya dengan cobaan harta ini. Mereka mengumpulkan harta tanpa peduli halal haram. Akhirnya mereka terjerumus ke dalam praktek riba, penipuan, suap-menyuap, dan lainnya. Semua itu karena ambisinya mengumpulkan harta. Sekalipun dengan cara mencuri, korupsi, menggelapkan harta negara tanpa hak dan lain-lain. Maksudnya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbanyak dan mengembangkan hartanya sehingga ia bisa seperti si Fulan dan si Fulan!!
Apabila telah memperoleh harta yang banyak, maka mereka habiskan untuk berfoya-foya, memuaskan syahwat, mengenakan pakaian-pakaian yang disukai, tanpa memperhatikan batas halal haramnya lagi. Seperti memanjangkan pakaian melebihi mata kaki (isbal), atau meniru pakaian orang kafir, berekreasi ke negeri-negeri Eropa (baca:kafir), dan menyorotkan mata sesuka hati kepada perkara-perkara yang terlarang sebagai pemuas nafsu binatang mereka.
Demikianlah musibah menjadi bertambah besar. Rasulullah n telah menegaskan bahwa harta adalah cobaan. Dan yang beliau takutkan atas kita adalah harta dunia yang dibentangkan dan gemerlap dunia yang Allah Ta'ala keluarkan bagi kita. Allah Ta'ala berfirman:
30 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
امنِإ مُكُلاومَأ مُكداَلوَأو ٌةنتف هَّللاو هدنع رجَأ ميظع )15(
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanya-lah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (At-Taghabun: 15)
Sesungguhnya Allah Ta'ala jualah yang telah meng-anugerahkan harta benda tersebut. Dan menjadi cobaan bagi hamba yang menerimanya. Apakah ia tergelincir ke dalam perkara haram disebabkan harta itu? Apakah ia membeli barang-barang terlarang karena tidak puas dengan yang dibolehkan? Ataukah ia gunakan untuk memuaskan nafsunya sekalipun dengan perkara yang haram!?
Misalnya setiap kali bepergian ke luar negeri, ia terjerumus ke dalam perkara haram, seperti meminum khamar, berzina, dan lainnya. Itulah fitnah besar pada zaman sekarang ini. Kita memohon kepada Allah Ta'ala keselamatan dari segala kejelekan.
6-Fitnah Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan
Termasuk fitnah pada zaman ini adalah ajakan dan seruan kepada berbagai jenis penyimpangan dan kesesatan. Orang-orang yang mengajak kepadanya berasal dari kalangan kaum kafir dan orang-orang fasik yang datang kepada kita dengan gelar-gelar mentereng seperti guru besar,
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 31
instruktur, insinyur, arsitek, doktor, orang pintar dan sejenisnya. Orang-orang awam menggelari mereka dengan sebutan ‘tenaga ahli’. Pada umum-nya mereka adalah orang-orang yang membenci dan dengki kepada kita. Sebab kita berpegang teguh dengan aqidah salafiyah yang benar. Di samping kita juga memi-liki kekayaan alam yang melimpah ruah, serta stabilitas keamanan yang tetap terjaga di negeri kita. Sehingga kita hanya takut kepada Allah Ta'ala. Mereka dengki kepada kita dan berusaha menjerumuskan kita kepada kehan-curan yang mereka alami. Maka mereka pun mengajak orang berbuat seperti mereka, sekalipun mereka tidak mengatakannya terang-terangan. Namun mereka men-contohkannya melalui perbuatan untuk memperdaya kita. Mereka itulah juru fitnah yang terbesar!
Hendaklah kita selalu waspada terhadap mereka. jangan sekali-kali memuliakan dan menghormati mereka, sebab sudah banyak orang yang menjadi korban, yang akhirnya condong kepada mereka dan memuji-muji mereka.
Orang-orang yang kembali dari negeri mereka pasti akan membenci kita. Membenci bapak-bapak dan pendahulunya. Melecehkan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dan semakin tinggilah kedudukan orang-orang kafir dan fasik itu dalam pandangan mereka.
Orang-orang itu mengatakan: “Kalian hanya pan-dai beribadah saja! Kalian hanya memiliki buku-buku agama saja! Kalian tidak bisa begini dan begitu! Semen-tara mereka berhasil menciptakan ini dan itu!
32 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
Maka setan pun memperdaya mereka, sehingga orang-orang kafir itu dianggap lebih hebat daripada kita. Lebih pintar, lebih maju ilmu pengetahuannya, lebih kuat jasmaninya, lebih ahli dan lebih mahir daripada kita kaum muslimin. Mereka benar-benar tidak tahu bahwa orang-orang kafir itu memang disegerakan bagi mereka kenikmatan-kenikmatan di dunia. Mereka adalah orang-orang yang sibuk mengurus dunia serta meninggalkan akhirat, sebagaimana yang digambarkan Allah Ta'ala dalam firman-Nya:
َنومَلعي ارهاَظ نم ةايحْلا اينُّدلا مهو ِنع ةرخآْلا مه َنوُلفاَغ) 7(
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidup-an) akhirat adalah lalai.” (Ar-Rum: 7)
Wahai saudaraku, janganlah sekali-kali engkau terpedaya dengan orang-orang seperti itu. Baik mereka mengajakmu dengan lisan ataupun dengan perbuatan.
Misalnya seorang guru, ia mengajak dengan ucap-annya, ia hiasi perkataannya sehingga untaian katanya menarik untuk didengar. Namun di balik itu terdapat racun yang mematikan. Bahaya mereka sangat besar. Hanya orang yang Allah beri keteguhan serta ilmu yang dapat lolos dari mereka. Namun bagi yang lemah aqidahnya, ia pasti terpedaya oleh mereka. Ia akan melatahi guru sesat tersebut.
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 33
Atau minimal meyakini guru sesat itu punya kelebihan, punya keahlian, punya pangkat dan kedudukan yang tinggi. Ia akan menyanjungnya mati-matian bahwa dia punya keahlian ini, punya kepandaian itu dan lain sebagainya. Lantas ia akan mengikuti dan membenarkan seluruh ucapannya. Hingga ia terseret ke dalam ajakan guru sesat itu, maka kejahatan dan kerusakan semakin meluas. Itulah salah satu malapetaka akhir zaman!
Demikian pula yang datang dengan gelar insinyur, arsitektur, developer, instruktur dan lainnya yang bergerak di bidangnya masing-masing. Orang-orang jahil memuji mereka, dengan mengatakan: “Mereka menguasai teknologi yang tidak kita kuasai, mereka ahli dalam memproduksi barang-barang dan merancang bangunan. Dengan demikian orang-orang jahil itu terpikat dan gandrung kepada mereka. Tanpa menyadari bahwa mereka itu sebenarnya budak-budak dunia. Dan tanpa menyadari juga bahwa mereka adalah orang kafir dan fasik yang tidak pernah ke masjid, tidak pernah menunaikan shalat dan tidak pernah membaca Al-Qur'an.
Seorang muslim yang celaka tanpa terasa telah menyanjung-nyanjung mereka, terpedaya dengan mereka, memuji mereka dengan sifat amanah, faham, kuat dan bertanggung jawab dalam menangani tugas.
Orang-orang jahil yang kepincut dengan mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka melakukan hal itu untuk memperdaya orang banyak, dan agar orang lain
34 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
memuji mereka, sekalipun pekerjaan mereka serampangan.
Kita katakan kepada orang jahil itu: “Apabila Anda mengagumi mereka, belajarlah baik-baik seperti mereka lalu terapkan! Dengan catatan pelajarilah hal-hal yang berman-faat saja dan hindarilah hal yang jelek-jelek. Sebab, bukankah Anda telah mengetahui bahwa niat mereka jelek? Meskipun mereka dikaruniai ilmu pengetahuan duniawi. Yang tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
7-Promosi-promosi Terselubung
Termasuk fitnah pada hari ini adalah promosi-promosi terselubung yang banyak disebarkan oleh orang-orang kafir dan fasik melalui saluran-saluran komunikasi (program-program radio dan televisi), majalah, koran, buku dan selebaran-selebaran. Orang-orang jahil kembali menjadi korban dengan mengkonsumsi barang-barang itu. Mereka pun percaya dengannya, meyakini kebenarannya dan akhirnya terpedaya lantas mereka sendiri pula yang menyiarkannya lewat program-program radio dan televisi. Mengagumi keyakinan dan ibadah orang-orang kafir dan fasik itu, serta mengagumi karya-karya mereka, dan menyebarkannya melalui tulisan-tulisan dan surat kabar serta mencantumkan di dalam-nya foto-foto hasil produksi mereka.
Bahkan ada juga orang jahil yang memuji-muji aga-ma mereka dan mencela dienul Islam. Melecehkan aqidah dan budaya kita tanpa kita sadari.
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 35
Orang-orang awam melahap semua itu melalui siaran-siaran radio yang mereka pancarkan dan buku-buku serta koran-koran yang mereka sebarkan.
Hal ini merupakan bahaya besar yang dapat me-nerkam setiap orang jahil yang tidak punya tameng ilmu untuk menangkis syubhat-syubhat tersebut. Bisa saja hatinya terkena syubhat-syubhat itu. Lalu ia akan sulit melepaskan diri darinya. Jika syubhat yang disebarkan oleh juru dakwah, kaum fasik dan orang-orang yang punya maksud jelek serta para ahli bid’ah melalui siaran-siaran dan buku-buku ini menimpa seseorang maka tidak akan selamat darinya kecuali orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sehingga ia dapat membantahnya dan menjelaskan kesesatan-kesesatan yang terdapat di dalamnya kepada orang lain.
8-Berteman Dengan Anak-anak Nakal
Termasuk fitnah pada zaman ini yang tidak kalah berbahaya adalah teman-teman yang nakal. Seorang insan bisa saja terpengaruh oleh temannya, ayahnya, saudaranya atau sahabatnya. Sehingga ia berbuat seperti tingkah laku teman-temannya itu. Sementara teman-temannya itu adalah anak-anak nakal yang selalu mengajaknya berbuat maksiat dan menjauhkannya dari ketaatan. Jelas, berteman dengan anak-anak nakal ini merupakan fitnah (bahaya) yang sangat besar.
Jalan yang harus ditempuh seseorang untuk mele-paskan dirinya dari bahaya ini adalah senantiasa bersabar
36 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
dan terus memperteguh kesabarannya. Memegang teguh kebenaran walau bagaimana pun kondisinya. Hendaklah kamu bersabar apabila teman sekelasmu atau kawan sekantormu seorang yang fasik dan suka berbuat maksiat, lalu mengejekmu karena kamu meninggikan kain celanamu sementara ia musbil (melabuhkannya hingga melebihi mata kaki), atau menge-jekmu karena kamu memanjangkan jenggot sementara ia mencukurnya, atau mengejekmu karena kamu bersikap zuhud, wara’, selalu menjaga shalat lima waktu berjama’ah, tidak menonton film dan tidak mendengar-kan musik. Bahkan kadang kala ia mengajakmu untuk meninggalkan ketaatan-ketaatan tersebut dan merayumu untuk menyertainya berbuat maksiat dan kemungkaran. Jika demikian kondisinya, hendaklah kamu bersabar dan jangan sekali-kali terpedaya dengannya. Semoga Allah Ta'ala memberikan jalan keluar bagimu. Karena teman-teman yang fasik itu -siapapun orangnya- memang sangat besar bahayanya, dia itu saudara, ayah, anak, teman, guru atau yang lainnya.
Oleh sebab itu pula kamu harus ekstra hati-hati karena ucapan mereka sangat besar pengaruhnya. Seorang insan yang diberi karunia ilmu pengetahuan meyakini bahwa ia berada di atas kebenaran pasti tidak akan terpedaya dan condong kepada mereka.
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 37
BAGAIMANA SOLUSINYA?
anyak sekali jalan keluar dari fitnah dan kemung-karan yang menghadang kaum muslimin pada zaman ini yang tidak mungkin disebutkan satu per satu di sini. Namun kita akan sebutkan satu di antaranya, yang merupakan solusi utama dan asas dalam menanggulanginya. Siapa saja yang menemui jalan ini ia pasti termasuk orang-orang yang selamat dengan izin Allah Ta'ala. B
Jalan itu adalah menuntut ilmu!
Ilmu merupakan jalan keselamatan dari fitnah-fitnah tersebut. Yaitu ilmu yang benar sebagai faktor utama penjamin keselamatannya dari fitnah. Setiap orang yang mendapat karunia ilmu maka ia berada di bawah naungan cahaya terang yang berfungsi sebagai alat untuk mengetahui cara selamat dari kebinasaan.
Ilmu yang dimaksud di sini adalah ma’rifatullah (mengenal Allah Ι dengan dalil-dalil), memahami syariat-Nya, hak-hak-Nya, hukum-hukum-Nya, janji-janji serta ancaman siksa-Nya. Pertama kali camkanlah bahwa engkau adalah
38 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
hamba Allah. Engkau tidak diciptakan-Nya secara sia-sia. Ketahuilah bahwa Dia-lah Rabb yang telah menciptakan engkau, dan Dia-lah yang mengatur engkau. Renungilah hal itu dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya baik yang tersirat maupun yang tersurat. Yakinilah bahwa Dialah Allah yang mengatur dan memiliki engkau, yang telah men-curahkan nikmat-nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada engkau.
Dan ketahuilah bahwa engkau hanyalah seorang makhluk. Milik Sang Pencipta dan Pemberi rezeki. Eng-kau sangat membutuhkan-Nya setiap saat. Dan engkau telah menikmati nikmat-nikmat-Nya yang terus mengalir tanpa henti.
Lalu sadarilah bahwa Allah Ta'ala telah membebani engkau, yaitu dengan perintah dan larangan-Nya. Dia memerintahkan dan mewajibkan engkau beribadah serta melarang dan memperingatkan engkau dari perkara haram supaya dijauhi. Perkara-perkara di atas wajib engkau ketahui. Pelajari dan tekunilah karena hal itu tidaklah sulit, bacalah Al-Qur'an dan kitab-kitab As-Sunnah seperti Shahih Al-Bukhari, Muslim dan lainnya. Di sana pasti engkau dapati pelipur lara dan obat yang manjur untuk setiap penyakit. Di sana juga engkau dapati kewa-jiban-kewajiban ibadah seperti shalat, thaharah (bersuci), dan rukun-rukun Islam lainnya. Di dalamnya juga terdapat keterangan bahwa Allah Ta'ala menjelaskan perkara-perkara mubah yang boleh kita nikmati untuk menyambung hidup, dan juga menje-
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 39
laskan perkara-perkara haram dan sejenisnya.
Jika hal itu sudah engkau fahami, maka selanjutnya ketahuilah bahwa di sana ada pahala dan siksa. Yaitu bilamana seorang hamba menjaga kewajiban-kewajiban ibadah itu, niscaya Allah akan memberinya pahala. Demikian pula bila ia menjauhi perkara haram semata-mata melaksanakan perintah Allah Ta'ala, ia akan diberi oleh-Nya pahala yang besar. Dan sadarilah bahwa jika ia melakukan perkara haram itu atau menganggapnya remeh (menganggapnya hal biasa sehingga dilanggarnya), niscaya Allah akan menyiksanya. Apabila ia meninggalkan kewajiban, maka Allah akan menyiksanya karena itu. Dan siksaan itu ada yang disegerakan ada pula yang ditangguhkan, sebagaimana juga halnya pahala.
Bilamana semua itu telah engkau resapi, apakah engkau masih berbuat durhaka kepada Allah? Apakah engkau masih bisa terkicuh lantas berbuat maksiat? Maka dari itu, pelajarilah aqidah yang benar agar engkau tidak tertipu oleh juru-juru dakwah yang sesat, para ahli bid’ah, mu’tazilah dan lainnya. Ketahuilah bahwa aqidahmu akan senatiasa lurus selama engkau mempelajari aqidah Ahlus Sunnah dan berpegang teguh dengannya. Selanjutnya setelah engkau mengetahui perintah dan larangan Allah Ta'ala, pahala dan siksa-Nya, janganlah sekali-kali engkau terima ajakan yang membuatmu malas beribadah dan menjeru-muskanmu ke dalam perbuatan haram. Anggaplah orang yang mengajak itu sebagai juru-juru kesasatan dan fitnah,
40 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
yang merupakan cobaan Allah Ta'ala terhadap orang-orang jahil.
Mengetahui perkara-perkara tersebut merupakan asas dalam meraih keselamatan. Demikianlah terapi yang sangat gampang dan mudah. Dan alhamdulillah, di negara kita ini sarana dan prasarana menuntut ilmu mudah didapatkan.
Sarana-sarana itu sebagai berikut:
Majlis-majlis ilmu
Banyak sekali majlis-majlis ilmu yang diasuh oleh para alim ulama, mereka membacakan kitab-kitab ilmu di sela-sela waktu kosong. Engkau dapat mempelajari aqidah, hukum, nasihat-nasihat dan ilmu-ilmu lainnya. Jangan terlalu terpaku dengan pelajaranmu di sekolah atau madrasah yang hanya diperoleh dari guru saja. Karena pada umumnya mereka juga tidak memberikan porsi materi pelajaran yang memadai.
Rajin bertanya
Banyak sekali ulama-ulama yang dapat engkau hu-bungi melalui telepon ataupun bertatap muka langsung, supaya engkau dapat memetik ilmu yang bermanfaat dan benar melalui mereka.
Buku-buku yang bermanfat
Banyak sekali buku-buku karangan ahli ilmu yang telah dicetak dan direvisi. Sehingga terjaga keakuratan dan kevalidan penisbatan buku-buku itu kepada penulis aslinya. Mereka adalah ulama pewaris nabi yang dapat dipegang
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 41
ucapannya. Sandaran mereka adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Engkau dapat memiliki buku-buku tersebut dan dapat engkau baca dan telaah. Dan pergunakanlah kitab-kitab syarah yang dapat dipercaya dan steril dari bid’ah-bid’ah untuk membantu memahaminya. Dengan demikian aqidah dan ilmu yang kamu miliki dapat terjaga dan tidak ternodai.
Janganlah engkau campur adukkan ilmu yang benar dengan ilmu yang menyimpang. Sebab di sana banyak sekali beredar buku-buku ahli bid’ah, seperti buku-buku Syi’ah Rafidhah, Al-Asy’ariyah, Mu’tazilah dan lain-lain. Buku-buku tersebut ciri-cirinya sangat jelas, cukup engkau kenali penulisnya, apakah ia seorang syi’i rafidhi (penganut paham Syi’ah Rafidhah), atau seorang mu’tazili, asy’ari atau yang lainnya. Jauhilah buku-buku mereka dan jangan sekali-kali engkau membacanya. Jika engkau tidak mengetahui buku yang harus dibaca, tanyakanlah kepada para ulama, buku apa saja yang harus dibaca dan buku apa saja yang harus dijauhi. Semoga engkau menjadi seorang yang alim tentang Dienullah, insya Allah. Dengan jalur ilmu itulah engkau akan selamat dari segala fitnah dan kehancuran.
42 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
CAMKANLAH NASIHAT INI!
esungguhnya jalan keselamatan hanyalah satu, yaitu jalan Allah yang lurus. Yang telah Allah sebutkan dalam firman-Nya:
َّنَأو اَذه يطارص اميقتسم هوعِبتاَف اَلو اوعِبت َلبُّسلا قرَفتَف مُكِب نع هليِبس مُكلَذ مُكاصو هِب مُكَّلعَل َنوُقتت) 153(
S
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.” (Al-An’am: 153)
Telah dinukil dari sebuah hadits shahih bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan dan ke
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 43
kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda:
ع يتَّلا ُطوُطخْلا هذهو ،ِللها ُليِبس اَذه هِراسيو هِنيمي نِنيطايشلا ُلبس .ىَلاعت ِللها َلوَق َأرَق مُث :)يمرادلاو دحمأ هاور(
“Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan”, kemudian beliau membaca ayat: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.” (HR. Ahmad dan Ad-Darimi)
Sebagian ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma yang menjulur hingga ke tanah. Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui batangnya, niscaya ia akan sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang diinginkannya, artinya ia telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika ia naik melalui pelepah daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru saja ia mencoba merayap naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah, sementara pelepah daun kurma itu adalah jalan-jalan setan. Jalan Allah yang merupakan shiratul mustaqim sangat jelas terlihat.
Sekarang ini kita berada pada zaman serba asing, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits:
44 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
ىبوُطَف ،َأدب امَك ابيِرَغ دوعيسو ابيِرَغ مَلاسِلإْا َأدبِءابرغْلل.) ملسم هاور(
“Dienul Islam itu pada mulanya asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana pada awalnya, maka Thuubaa (kebahagian/Surga bernama thuu-baa) bagi para ghuraba’.” (HR. Muslim)
Ada beberapa riwayat lainnya yang menjelaskan pengertian ghuraba’ sebagai berikut: “Mereka adalah orang-orang yang memelihara agamanya dari fitnah-fitnah.” Setiap kali fitnah datang menimpa harta, diri dan agamanya, ia akan menjauh menyelamatkan diri. Hingga agamanya tetap terjaga. Sebagaimana disebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits:
مُكدحَأ ِلام ريخ َنوُكي ْنَأ كشوي نامزلا ِرخآ يف هنِإ هِنيدِب ُّرفي ِرْطَقْلا عضاومو ِلابِجْلا فعش اهِب عبتتي منَغِنتفْلا نم.
“Pada akhir zaman nanti sebaik-baik harta kalian adalah kambing-kambing yang digembalakannya di puncak-puncak bukit dan tempat-tempat penggem-balaan, menjauhkan diri dari fitnah-fitnah demi menjaga agamanya.”
Orang-orang yang menjaga nilai-nilai agamanya merekalah yang disebut ghuraba’, dan merekalah yang
Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya 45
mendapat doa dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Berbahagialah para ghuraba’!”
Seorang muslim hanya selamat dengan memegang teguh nilai-nilai agamanya, ia harus mendahulukannya daripada yang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits:
مدَقَف َلامْلا تزواج ْنِإَف ،كَلام مدَقَف ٌةنتف كتتَأ اَذِإكِنيد َنود كسْفن.
“Apabila datang cobaan/fitnah menimpamu, maka korbankan hartamu. Jika tidak dapat diatasi dengan harta, maka korbankanlah dirimu. Jangan sekali-kali kamu korbankan agamamu!”
Camkanlah nasihat tersebut, kami berharap semoga setiap muslim dapat mengembannya dengan sebaik-baiknya. Kita memohon kepada Allah semoga Dia mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat, dan menjadikan kita orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Kita berlindung kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, doa yang tidak dikabulkan. Semoga Allah Ta'ala menunjukkan kebenaran kepada kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk mengikutinya. Dan menampakkan kebatilan kepada kita serta memberikan petunjuk kepada kita untuk menjauhinya. Tidak menjadikannya samar sehingga kita tersesat. Kita memohon kepada Allah Ta'ala semoga Dia mengokohkan agama ini yang merupakan pelindung segala
46 Malapetaka Akhir Zaman dan Cara Mengatasinya
urusan kita, dan menghindarkan kita dari fitnah-fitnah yang nyata maupun terselebung. Sesungguhnya Dia Maha Bijak-sana lagi Maha Mengetahui. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, atas keluar-ga dan segenap sahabat beliau.
Jumat, 23 Desember 2011
Senin, 04 Januari 2010
Uji Coba
Aq ingin mencoba sampai berhasil. Teryata memang tidak mudah. Aq hrs mengulang sampai berkali-kali. Banyak waktu, tenaga, harta
Langganan:
Postingan (Atom)